ilmu pengetahuan mengenai ekonomi

bukan sekedar pengetahuan

Posts Tagged ‘Cost of Capital (Biaya modal)’

RANGKUMAN MANAJEMEN KEUANGAN: COST OF CAPITAL CONCEPT

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada Oktober 16, 2010

  • Cost of Capital (Biaya modal) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanai  suatu investasi perusahaan.

 

  • Perhitungan biaya penggunaan modal adalah penting berdasar tiga alasan berikut:
  1. Maksimisasi nilai perusahaan mengharuskan biaya-biaya (termasuk biaya modal) diminimumkan.
  2. Capital budgeting memerlukan estimasi tentang biaya modal.
  3. Keputusan lain juga memerlukan estimasi biaya modal, misal leasing, modal kerja.

 

  • Konsep biaya modal erat hubungannya dengan konsep mengenai pengertian tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return). Biaya modal biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu dengan membandingkan rate of return dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya. Biaya modal disini adalah overall cost of capital.

 

  • Biaya modal yang tepat untuk semua keputusan adalah rata-rata tertimbang dari seluruh komponen modal (weighted cost of capital atau WACC).Biaya modal harus dihitung berdasar basis setelah pajak, karena arus kas  setelah pajak adalah yang paling relevan untuk keputusan investasi.

 

Cost of Debt

 

  • Jika hutang jangka pendek (curent liabilities) merupakan bagian dari pembelanjaan perusahaan maka dimasukkan pula pada WACC, misal hutang bank jangka pendek.

 

Cost of debt = biaya hutang sebelum pajak x (1 – tingkat pajak)

 

  • Jika perusahaan menggunkan hutang jangka panjang dengan menerbitkan obligasi, maka biaya hutang obligasi (cost of debt) sbb:

 

I + (N – Nb) /n

Biaya modal obligasi = ————————-

(Nb + N) /2

 

I     : Buanga hutang obligasi satu tahun dalam rupiah

N   : Harga nominal obligasi

Nb : Nilai bersih penjualan

n    : Umur obligasi

 

Kemudian biaya modal obligasi sebelum pajak disesuaiakan menjadi biaya modal setelah pajak.

 

 

Biaya Modal Saham Preferen (Cost of Preferred Stock)

 

  • Biaya saham preferen adalah sama dengan tingkat keuntungan yang dinikmati pembeli saham preferen.

 

Kp = Dp/Pn

 

Kp = biaya saham preferen

Dp = deviden saham preferen

Pn  = harga saham preferen bersih yang diterima (harga setelah dikurangi

flotation cost)

 

Biaya Laba Ditahan (Cost of Retained Earning)

 

  • Biaya laba ditahan adalah sama dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan investor pada saham biasa perusahaan yang bersangkutan. Dasarnya adalah prinsip opportunity cost. Jika laba tidak ditahan, laba tersebut dibagiakan dalam bentuk deviden. Jika laba tersebut ditahan berarti  pemegang saham menginvestasikan kembali laba yang menjadi haknya  ke perusahaan (flow back fund).

 

  • Ada tiga cara menaksir biaya modal laba ditahan:

1.  Pendekatan CAPM

 

Ks = bunga bebas risiko + premi risiko

 

Ks = krf + bi (km – krf)

 

Dimana:

Ks        = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham perusahaan I,

Krf      = bunga bebas risiko

Km      = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada portofolio pasar

Bi        = beta saham perusahaan i.

 

2.  Pendekatan discounted cash flow

Model yang digunakan untuk estimasi  adalah Gordon Model:

D1

Po =   ———–

Ks – g

 

Maka,                         D1
Ks =  ———–  + g
Po

D1       = Deviden akhir periode

Po        = Harga saham awal periode

g          = tingkat pertumbuhan deviden.

 

3.  Pendekatan bond yield plus risk premium


Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahan + premi risiko

 

 

Biaya Saham Biasa Baru (Cost of New Common Stock)

 

  • Biaya modal saham biasa baru biasanya lebih tinggi dari biaya modal laba ditahan, karena penjualan saham baru memerlukan biaya emisi atau flotation cost. Biaya emisi akan mengurangi penerimaan perusahaan dari penjualan saham.

D1 Ksb      = biaya saham biasa baru

Ksb =  —————–  + g FC       = flotation cost

Po (1 –FC)

 

 

Weighted Average Cost of Capital

 

  • Jika pembiayaan suatu investasi berasal dari berbagai sumber pendanaan, maka biaya modal dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang.

WACC   = [Wd x Kd (1- tax)] + [Wp x Kp] + [Ws x (Ks atau Ksb)]

 

WACC   = biaya modal rata-rata tertimbang

Wd         = proporsi hutang dari modal

Wp         = proporsi saham preferen dari modal

Ws          = proporsi saham biasa atau laba ditahan dari modal

Kd          = biaya hutang

Kp          = biaya saham preferen

Ks           = biaya laba ditahan

Ksb         = biaya saham biasa baru.

 

Marginal Cost of Capital

 

  • Marginal cost of capital adalah biaya memperoleh rupiah tambahan sebagai modal baru. Pada umumnya marginal cost of capital akan meningkat  sejalan dengan meningkatnya penggunaan modal.

 

  • Pada umumnya perusahaan akan menggunakan laba ditahan untuk menambah modal baru menerbitkan saham baiasa baru. Dengan demikian diperlukan suatu titik dimana kebutuhan modal sendiri harus dipenuhi dengan penjualan saham biasa baru.
  • Titik dimana marginal cost of capital naik sering disebut Break Point.

Jumlah laba diatahan

Break point = ——————————————————-

Bagian modal sendiri dalam struktur modal

 

 

 

 

Semoga bermanfaat.

Posted in Manajemen | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.