ilmu pengetahuan mengenai ekonomi

bukan sekedar pengetahuan

Posts Tagged ‘rangkuman pengantar manajemen’

Metodologi Reksa Dana

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada Oktober 9, 2010

KATA PENGANTAR

Industri Reksa Dana di tanah air terus menunjukkan kemajuan. Pada tahun

1996 jumlah Reksa Dana di Indonesia baru sebanyak 25 Reksa Dana, satu

dasawarsa kemudian tepatnya akhir September 2006 jumlah Reksa Dana di

Indonesia telah mencapai 370 Reksa Dana. Begitu pula dalam hal total Nilai Aktiva

Bersih (NAB) yang berhasil dihimpun dari masyarakat, pada tahun 1996 baru

tercatat sekitar Rp 2,8 triliun, dan pada akhir September 2006 telah mencapai Rp

39,95 triliun.

Selama kurun waktu tersebut total NAB Reksa Dana pernah mencapai titik

tertinggi pada bulan Februari 2005 yaitu mencapai Rp 113,7 triliun, namun setelah

itu mengalami penurunan sehingga pada akhir tahun 2005 tinggal sebesar Rp 29,41

triliun. Grafik total NAB Reksa Dana kemudian naik lagi seiring dengan membaiknya

kondisi makro perekonomian Indonesia.

Peningkatan jumlah Reksa Dana sebagaimana di atas tentu saja akan

membuat pemodal mempunyai lebih banyak alternatif pilihan dalam berinvestasi

pada Reksa Dana. Namun demikian, pada sisi lain hal tersebut dapat pula

menimbulkan kebingungan ataupun kesulitan bagi para calon pemodal dalam

memilih Reksa Dana karena keterbatasan informasi ataupun pengetahuan yang

dimilikinya.

Tidak tepatnya investor dalam memilih suatu Reksa Dana akan menimbulkan

sejumlah konsekuensi seperti tidak sesuainya investasi dengan tujuannya, atau

malah yang lebih buruk lagi yaitu pemodal dapat menanggung sejumlah resiko yang

tidak dikehendakinya, seperti misalnya tidak profesionalnya para pengelola Reksa

Dana sehingga dapat berakibat pada turunnya kekayaan pemodal.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, kiranya perlu dikembangkan suatu

alat ukur yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi para pemodal dalam memilih

berbagai jenis Reksa Dana sesuai kriteria sekaligus dapat mengurangi potensi

kerugian yang dapat menimpanya. Alat ukur tersebut salah satunya dapat berupa

peringkat (rating) yang dikeluarkan oleh suatu Lembaga Pemeringkat.

Oleh karena itu kiranya perlu dilakukan studi tentang Pemeringkatan Reksa

Dana. Studi yang diuraikan dalam buku ini diharapkan dapat memberikan

gambaran mengenai metodologi pemeringkatan Reksa Dana yang telah dilakukan

oleh lembaga pemeringkat bertaraf internasional seperti FITCH Rating dan

Morningstar Inc. Selain itu juga untuk mengetahui tanggapan responden terhadap

kuesioner mengenai pemeringkatan Reksa Dana di Indonesia.

Penyusunan buku ini tidak dapat terlaksana tanpa bantuan dari semua pihak,

oleh karenanya kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada perusahaan

Pemeringkat Efek FITCH Rating Indonesia yang telah bersedia membagikan

pengetahuan mengenai metode pemeringkatan Reksa Dana kepada seluruh

anggota Tim Studi. Disamping itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada

Manajer Investasi yang telah memberikan jawaban terhadap kuesioner yang

disampaikan oleh Tim Studi serta kepada semua pihak yang tidak dapat kami

sebutkan satu persatu.

Akhir kata kami berharap semoga hasil studi ini dapat menjadi bahan

pertimbangan dalam membuat kebijakan ataupun peraturan yang berkaitan

pemeringkatan Reksa Dana di Indonesia.

Jakarta,

Ketua Tim Studi

Desember 2006

ABSTRAKSI

Reksa Dana di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Per
September 2006 telah terdapat 370 Reksa Dana dengan berbagai ragam kebijakan
investasinya disesuaikan dengan segmen pasar yang mau dibidik para Manajer
investasi-penerbit Reksa Dana. Jumlah Reksa Dana yang telah cukup banyak serta
berbagai jenis Reksa Dana yang disodorkan para Manajer Investasi tersebut
memberi peluang yang sangat luas bagi para calon investor dalam menentukan
investasinya- disesuaikan dengan jangka waktu, tujuan investasi, imbal hasil hingga
risiko yang kiranya sanggup ditanggungnya.
Namun demikian bukan berarti hal tersebut tidak menimbulkan kebingungan
bagi para calon investor mengingat filosofi mendasar dibentuknya Reksa Dana
adalah untuk memfasilitasi calon investor yang mempunyai beberapa keterbatasan
seperti pengetahuan, kekayaan, waktu dan lain sebagainya.
Berkenaan dengan hal tersebut perlu ditetapkan suatu ukuran yang
setidaknya dapat membantu para calon investor dalam menentukan pilihan
investasinya dalam Reksa Dana. Salah satu ukuran yang kiranya perlu segera
dikembangkan dalam industri Reksa Dana di tanah air tersebut adalah
dilakukannya pemeringkatan/rating Reksa Dana. Adanya pemeringkatan tersebut
nantinya tidak hanya akan menguntungkan calon investor, namun juga dapat
memacu kinerja Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan Reksa Dana
sehingga lebih efisien, dan transparan.
Kegiatan pemeringkatan Reksa Dana di Indonesia perlu dilandasi perangkat
hukum yang memadai serta hendaknya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada
semua pihak yang terkait sebelum mewajibkan dilakukan pemeringkatan terhadap
Reksa Dana. Selain itu, dalam aktifitasnya nanti Perusahaan pemeringkat efek
perlu memperhatikan kemampuan sumber daya manusia, independensi,
transparansi dan metodologi pemeringkatan yang mempunyai standar baku.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Abstraksi
Daftar Isi
BAB 1 Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan dan Manfaat
C. Metode Studi
D. Obyek Studi dan Penelitian
E. Organisasi Studi
F. Waktu Studi

BAB II Studi Pustaka Pemeringkatan Reksa Dana
7
A. Pendahuluan
7
B. Metodologi Pemeringkatan Reksa Dana oleh Fitch Rating 10
1. Pemeringkatan Reksa Dana Obligasi
10
a. Rating Kredit Reksa Dana
12
b. Rating Volatilitas Reksa Dana
14
2. Pemeringkatan Reksa Dana Pasar Uang
17
a. Rating Kualitas Kredit
20
b. Rating Volatilitas
20
3. Proses Pemeringkatan Reksa Dana
22
4. Laporan Pemeringkatan Reksa dana
23
5. Pengawasan Reksa Dana
23
C. Metodologi Pemeringkatan Reksa Dana oleh Morningstar 24
1. Jenis Reksa Dana Yang Diperingkat
25
2. Metode Risk Adjusted Return
25
3. Morningstar Return
25
4. Morningstar Risk
26
D. Metodologi Pemeringkatan Reksa Dana oleh The Lipper
Leader System
34

halaman

i
iii
iv
1
1
5
5
6
6
6

BAB III Analisis dan Pembahasan Hasil Studi
37
A. Kajian Hukum Pemeringkatan Reksa Dana
37
1. Perizinan Perusahaan Pemeringkat efek
37
2. Pedoman Perilaku Perusahaan Pemeringkat Efek
38
3. Keterbukaan Perusahaan Pemeringkat Efek
40
4. Pengaturan Ke Depan
43
B. Tanggapan Pelaku Pasar Terhadap Pemeringkatan Reksa
Dana di Indonesia
47
1. Individu
49
2. Institusi
54

BAB IV Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

63
63
66
68

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pasar modal merupakan salah satu pilar ekonomi Indonesia yang

dapat menjadi penggerak ekonomi nasional melalui peranannya sebagai

wahana sumber pembiayaan bagi perusahaan dan alternatif investasi bagi

para pemodal. Untuk mewujudkan peranannya tersebut, pasar modal

Indonesia menciptakan dan mengembangkan berbagai produk salah

satunya adalah Reksa Dana.

Dalam Undang-Undang No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal,

Reksa Dana didefinisikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk

menghimpun

diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Dari definisi

tersebut tersirat bahwa Reksa Dana merupakan suatu sarana bagi

pemodal baik perorangan maupun institusi yang ingin melakukan investasi

di pasar modal namun mempunyai berbagai keterbatasan seperti waktu

serta pengetahuan dalam bidang pasar modal.

Manajer

menginvestasikan dana yang berhasil dihimpun ke dalam portofolio efek

baik efek pasar modal maupun efek pasar uang, dimana komposisi

portofolio efek antara keduanya disesuaikan dengan kebijakan investasi

Reksa Dana sebagaimana peraturan yang berlaku.

Produk Reksa Dana di Indonesia dimulai tepatnya pada tanggal 7

September 1995 yaitu ketika Bapepam memberikan pernyataan efektif

atas Reksa Dana perseroan bersifat tertutup PT BDNI Reksa Dana yang

dikelola oleh Manajer Investasi PT. BDNI Secutities. Selanjutnya

perkembangan Reksa Dana mengalami kemajuan ketika pemerintah

dana

dari

masyarakat

pemodal

untuk

selanjutnya

Investasi

selaku

pengelola

Reksa

Dana

akan

1

memberlakukan Undang-undang no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

dan peraturan pelaksanaannya.

Dalam Undang-Undang tersebut dimuat ketentuan peraturan yang

berkaitan dengan Reksa Dana yaitu bentuk-bentuk Reksa Dana yang

dapat diterbitkan di Indonesia. Bentuk Reksa Dana tersebut adalah

Perseroan dan Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Sejak ditetapkannya

ketentuan wahana investasi tersebut dalam UUPM, perkembangan Reksa

Dana meningkat secara pesat, namun peningkatan tersebut hanya terjadi

pada Reksa Dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Sebagaimana telah disinggung dalam paragraf sebelumnya bahwa

Reksa Dana di Indonesia terutama yang berbentuk KIK terus mengalami

perkembangan. Pada tahun 1996 jumlah Reksa Dana di Indonesia baru

sebanyak 25 Reksa Dana, satu dasawarsa kemudian tepatnya akhir

September 2006 jumlah Reksa Dana di Indonesia telah mencapai 370

Reksa Dana. Jumlah Reksa Dana sebanyak tersebut meliputi jenis Reksa

Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang,

Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Terproteksi, dan Reksa Dana

Indeks.

Disamping perkembangan dalam jumlah, terjadi juga kenaikan total

dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat atau biasa disebut total nilai

aktiva bersih (NAB) Reksa Dana. Pada tahun 1996 tercatat bahwa nilai

aktiva bersih Reksa Dana sebesar Rp 2,8 triliun, dan pada akhir

September 2006 telah mencapai Rp 39,95 triliun. Selama kurun waktu

tersebut total NAB Reksa Dana pernah mencapai titik tertinggi pada bulan

Februari 2005 yaitu mencapai Rp 113,7 triliun, namun setelah itu

mengalami penurunan sehingga pada akhir tahun 2005 tinggal sebesar Rp

29,41 triliun. Grafik total NAB Reksa Dana kemudian naik lagi seiring

dengan membaiknya kondisi makro perekonomian Indonesia.

2

Jumlah maupun jenis Reksa Dana yang terbit di Indonesia

cenderung meningkat. Hal tersebut akan membuat pemodal mempunyai

lebih banyak alternatif pilihan dalam berinvestasi pada Reksa Dana.

Namun demikian peningkatan jumlah dan jenis Reksa Dana tersebut pada

sisi lain dapat pula menimbulkan kebingungan ataupun kesulitan bagi para

calon pemodal dalam memilih Reksa Dana karena keterbatasan informasi

ataupun pengetahuan yang dimilikinya.

Tidak tepatnya investor dalam memilih suatu Reksa Dana akan

menimbulkan sejumlah konsekuensi seperti tidak sesuainya investasi

dengan tujuannya, atau malah yang lebih buruk lagi yaitu pemodal dapat

menanggung sejumlah resiko yang tidak dikehendakinya, seperti misalnya

tidak profesionalnya para pengelola Reksa Dana sehingga dapat berakibat

pada turunnya kekayaan pemodal.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas kiranya perlu dikembangkan

suatu alat ukur yang dapat dijadikan sebagai pedoman pemodal dalam

memilih berbagai jenis Reksa Dana, sehingga calon pemodal dapat

memilih suatu Reksa Dana sesuai dengan kriterianya dan dapat

mengurangi potensi kerugian yang dapat menimpanya. Perangkat tersebut

dapat berupa peringkat (rating) yang dikeluarkan oleh suatu Lembaga

Pemeringkat yang bersifat independen.

Pemeringkatan terhadap Reksa Dana merupakan salah satu upaya

positif untuk memajukan industri Reksa Dana, selain sebagai panduan

calon pemodal dalam memilih Reksa Dana. Dalam melakukan peringkat,

Lembaga Pemeringkat telah mempunyai metodologi tertentu disesuaikan

dengan jenis-jenis Reksa Dana yang akan diperingkat. Jadi diantara

Lembaga Pemeringkat yang ada biasanya mempunyai metodologi yang

berbeda-beda disesuaikan dengan portfolio Reksa Dana yang akan

diukurnya. Misalnya metodologi yang akan dipakai untuk mengukur Reksa

Dana Jenis Obligasi, tentunya mempunyai metodologi yang berlainan

untuk mengukur Reksa Dana jenis Saham.

3

Sehubungan dengan hal tersebut dalam studi ini dengan segala

keterbatasanya akan diulas metodologi yang digunakan oleh Fitch

Ratings, Morningstar Inc, dan Lipper, Lembaga Pemeringkat rating

berskala internasional. Selain itu sebetulnya masih terdapat beberapa

lembaga rating yang sekiranya dapat untuk dideskripsikan dalam

penulisan studi ini yaitu Standar and Poors. Namun karena keterbatasan

waktu dan literatur maka metodologi dari lembaga rating yang cukup

terkenal belum dapat ditulis dalam studi ini.

Fitch

internasional saat ini telah memiliki izin operasi di Indonesia. Fitch rating

internasional melakukan tugasnya dengan melakukan rating terhadap

institusi

Pemeringkatan terhadap Reksa Dana dikhususkan terhadap jenis Pasar

Uang dan Obligasi, oleh karena itu yang diperingkat oleh lembaga tersebut

adalah terhadap kualitas kredit (Credit Quality Ratings (CQR)) dan tingkat

volatilitasnya (Volatility Ratings (VR)).

CQR dilakukan dengan mengevaluasi kualitas kredit dan pihak

ketiga yang terlibat, diversifikasi aset dalam portofolio, management serta

kemampuan operasional. Sedang Volatility Ratings (VR) mencakup

sensitivitas Reksa Dana terhadap perubahan tingkat suku bunga serta

risiko lain yang yang dihadapi reksadana bila tujuan, strategi investasi dan

komposisi portfolio berubah.

Sementara itu pemeringkatan yang dilakukan oleh Morningstar Inc.

menggunakan sistem yang dikenal dengan nama star rating system. Yang

diperingkat adalah jenis Reksa Dana Saham dan Obligasi Daerah.

Metodologi peringkat yang digunakan untuk mengukur kinerja Reksa Dana

saham dihitung berdasarkan imbal hasil yang telah disesuaikan dengan

tingkat resiko atau risk adjusted return. Metodologi ini diperoleh dengan

mengurangkan morningstar return dengan morningstar risk.

Rating

sebagai

suatu

lembaga

pemeringkat

bertaraf

(Corporate

Ratings)

dan

Reksa

Dana

(Fund

Ratings).

4

Berkenaan dengan hal-hal di atas yaitu begitu pentingnya fungsi

peringkat bagi calon pemodal dan industri Reksa Dana itu sendiri, serta

mengingat belum begitu meluasnya pemahaman para pelaku pasar

termasuk Bapepam sebagai regulator pasar modal Indonesia terhadap

apa dan bagaimana proses pemeringkatan Reksa Dana, maka dipandang

perlu untuk melakukan studi tentang Pemeringkatan Reksa Dana.

B.

TUJUAN DAN MANFAAT

1.

2.

3.

4.

Mempelajari apa dan bagaimana proses pemeringkatan terhadap

Reksa Dana.

Meneliti kemungkinan pemeringkatan terhadap Reksa Dana

yang beredar di pasar modal Indonesia.

Meneliti bagaimana tanggapan para pelaku pasar di Indonesia

baik dari Perusahaan Pemeringkat efek, Manajer investasi,

maupun pemodal terhadap penerapan pemeringkat atas Reksa

Dana.

Merumuskan hal-hal yang harus dipersiapkan oleh Bapepam

selaku

pemeringkatan

regulasinya.

regulator

pasar

Reksa

modal

Dana

dari

dalam

rangka

aspek

penerapan

legal

maupun

C.

METODE STUDI

Untuk memperoleh data dan atau informasi yang dibutuhkan dalam

studi ini dilakukan melalui:

1.

Studi Pustaka

Studi pustaka dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan

informasi dan data dari berbagai sumber yang ada, antara lain

5

2.

buku, artikel, makalah dan jurnal dari internet yang berkaitan

pemeringkatan atas Reksa Dana baik dari dalam negeri maupun

luar negeri.

Studi Lapangan

Studi pustaka dilaksanakan dengan melakukan wawancara dan

diskusi dengan nara sumber dan pelaku pasar serta melakukan

penyebaran daftar pertanyaan (kuisioner) kepada perusahaan

Manajer Investasi pengelola Reksa Dana, dan pemodal Reksa

Dana baik institusi maupun perorangan.

D.

OBYEK STUDI DAN PENELITIAN

Yang menjadi obyek studi adalah Manajer Investasi dan pemodal

Reksa Dana. Daerah yang menjadi obyek studi adalah Jakarta,

Bandung, Yogyakarta, Surakarta, dan Lampung.

E.

ORGANISASI STUDI

Organisasi studi terdiri dari :

2 orang Koordinator

1 orang Ketua

9 orang Pelaksana Peneliti

4 orang Pembantu Pelaksana Peneliti

2 staf Sekretariat

F.

WAKTU STUDI

Studi ini memerlukan waktu selama satu tahun anggaran, dimulai

Januari 2006 sampai dengan Desember 2006.

6

BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL STUDI

A.

Kajian Hukum Pemeringkatan Efek Reksa Dana

1.

Perizinan Perusahaan Pemeringkat Efek

Sebelum berbicara tentang Lembaga Pemeringkat Efek, maka terlebih

dahulu selayaknya mendiskusikan tentang Penasihat Investasi, karena

berdasarkan penjelasan Pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun

1995 (UUPM) tentang Pasar Modal dijelaskan bahwa kegiatan Penasihat

Investasi adalah memberikan nasihat mengenai penjualan atau pembelian

Efek dengan memperoleh imbalan jasa. Oleh karena itu, Penasihat Investasi

harus memenuhi persyaratan tertentu seperti keahlian dalam bidang analisis

Efek.

Termasuk dalam kegiatan Penasihat Investasi adalah kegiatan yang

dilakukan oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. Artinya berdasarkan butir

yang terakhir ini, perusahaan pemeringkat efek dapat dikategorikan sebagai

penasihat investasi. Untuk itu, dalam menjalankan kegiatan usahanya maka

terlebih dahulu mendapat izin usaha sebagai Penasihat Investasi dari

Bapepam & LK. Hal-hal lain yang berkaitan dengan aturan main dan code of

conduct dari lembaga pemeringkat efek mengikuti ketentuan yang mengatur

tentang Penasihat Investasi.

Berdasarkan peraturan Bapepam Nomor V.C.1 tentang Perizinan

Penasihat Investasi, khususnya yang berkenaan dengan posisinya sebagai

perusahaan pemeringkat efek, maka permohonan izin wajib melampirkan hal-

hal sebagai berikut:

37

a.

Permohonan untuk memperoleh izin usaha sebagai perusahaan

Pemeringkat Efek diajukan kepada Bapepam dengan mengisi Formulir

Nomor V.C.1-1 lampiran 1 peraturan ini.

b.

Melampirkan Anggaran Dasar perusahaan yang memuat kegiatan

sebagai perusahaan Pemeringkat Efek

c.

Memiliki sarana yang menunjang kegiatan proses pemeringkatan

d.

Melampirkan Anggaran Dasar perusahaan yang memuat kegiatan

sebagai perusahaan Pemeringkat Efek

e.

Sekurang-kurangnya 1 (satu) orang direksi dan 1 (satu) orang dibawah

direksi memiliki izin Wakil Manajer Investasi

f.

Melampirkan paspor dan izin kerja dari Departemen Tenaga Kerja bagi

tenaga kerja asing

g.

Melampirkan Struktur Organisasi

2.

Pedoman Perilaku (Code of Conduct) Perusahaan Pemeringkat Efek

Dengan melandaskan pada adanya kepercayaan dari nasabah, sebuah

perusahaan pemeringkat efek dalam melaksanakan kegiatannya harus

mendahulukan

kepentingan nasabah tersebut tidak bertentangan dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku dan wajib menghindarkan segala

tindakannya

bersangkutan. Untuk itu pasal 35 UUPM memberikan pedoman bahwa

perusahaan pemeringkat efek dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:

dan

menjaga

kepentingan

nasabahnya

sepanjang

yang

bertentangan

dengan

kepentingan

nasabah

yang

38

a.

menggunakan pengaruh atau mengadakan tekanan yang bertentangan

dengan kepentingan nasabah;

b.

mengungkapkan nama atau kegiatan nasabah, kecuali diberi instruksi

secara tertulis oleh nasabah atau diwajibkan menurut peraturan

perundang-undangan yang berlaku;

c.

mengemukakan secara tidak benar atau tidak mengemukakan fakta

yang material kepada nasabah mengenai kemampuan usaha atau

keadaan keuangannya;

d.

merekomendasikan kepada nasabah untuk membeli atau menjual Efek

tanpa memberitahukan adanya kepentingan Perusahaan Efek atau

Penasihat Investasi dalam Efek tersebut.

Menambahkan butir-butir yang tercantum dalam pasal 35 diatas,

Peraturan Bapepam Nomor V.H.1 tentang Perilaku yang dilarang bagi

Penasihat Investasi menjelaskan poin larangan bagi penasihat investasi

untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

a.

Meminta imbalan yang sangat tinggi dibandingkan dengan imbalan yang

diminta oleh Penasihat Investasi lain yang memberikan jasa yang sama

tanpa memberitahukan kepada nasabah bahwa terdapat pilihan pemberi

jasa yang lain.

b.

Mengungkapkan identitas nasabah kepada pihak ketiga kecuali

diharuskan oleh peraturan perundangan yang berlaku.

c.

Memberi gambaran yang salah kepada nasabah mengenai kualifikasi

dari Penasihat Investasi atau memberi gambaran yang salah mengenai

sifat dari jasa yang diberikan, atau mengabaikan untuk menyampaikan

fakta material yang diperlukan agar pernyataan yang dibuat sehubungan

39

dengan kualifikasi Penasihat Investasi, sifat jasa dan fakta material

tersebut tidak menyesatkan.

d.

Memberi laporan atau saran kepada setiap nasabah yang tidak

disiapkan olehnya tanpa menyebutkan pihak yang menyiapkan laporan

atau saran tersebut.

e.

Menjanjikan suatu hasil tertentu yang akan dicapai apabila nasabah

mengikuti nasihat yang diberikan.

f.

Memberi saran kepada nasabah yang berkaitan dengan pembelian,

penjualan atau pertukaran dari Efek tanpa dasar pemikiran yang

rasional.

g.

Mengabaikan untuk mengungkapkan secara tertulis kepada nasabah

sebelum nasihat diberikan mengenai benturan kepentingan dari

Penasihat Investasi yang dapat mengurangi obyektivitas dari nasihat

tersebut.

h.

Mengadakan,

memperbaharui kontrak nasihat investasi tanpa persetujuan tertulis dari

nasabah.

i.

Mengelola dana nasabah.

j.

Melakukan pemeringkatan Efek bagi Penasihat Investasi yang bukan

perusahaan Pemeringkat Efek.

mengubah,

memperpanjang,

memperpendek

atau

3.

Keterbukaan Perusahaan Pemeringkat Efek

Adanya hubungan hukum yang dijalin nasabah dan Perusahaan

Pemeringkat Efek didasarkan pada kepercayaan, maka sudah sepatutnya

Perusahaan Pemeringkat Efek mengetahui keinginan, kemampuan, serta

40

latar belakang nasabah. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, Perusahaan

pemeringkat efek (khususnya Reksa Dana) dapat menentukan arah dalam

pemberian jasanya sesuai keadaan nasabah sehingga dapat dihindarkan

keadaan keadaan dimana Perusahaan Pemeringkat Efek menyalahgunakan

kepercayaan

mengorbankan kepentingan nasabahnya. Hal demikian yang ditekankan

dalam pasal 36 UUPM.

Tindaklanjut dari pasal 36 diatas, Peraturan Bapepam Nomor X.F.2

tentang Kewajiban Penyimpanan Dan Pemeliharaan Catatan Bagi Penasihat

Investasi menjelaskan bahwa setiap Penasihat Investasi wajib mengadakan,

menyimpan dan memelihara catatan-catatan dan apabila diperlukan dalam

pemeriksaan Bapepam, harus menyajikan hal-hal sebagai berikut :

a.

Kontrak antara nasabah dengan Penasihat Investasi.

b.

Catatan-catatan

merekomendasi nasabah membeli atau menjual suatu Efek.

c.

Copy dari setiap pernyataan tertulis mengenai rekomendasi termasuk

perubahannya yang diberikan kepada nasabah.

yang

diberikan

untuk

kepentingan

sendiri

dengan

yang

berkaitan

dengan

keputusan

untuk

Berkaitan dengan kontrak dengan nasabahnya, maka Perusahaan

Pemeringkat Efek hendaknya memperhatikan hal-hal sebagaimana yang

tertuang dalam Peraturan Bapepam Nomor X.F.3 tentang Keterbukaan

Kepentingan Dalam Efek Dari Penasihat Investasi sebagai berikut:

a.

Penasihat Investasi harus mengungkapkan kepada nasabahnya, setiap

kepentingan dalam Efek yang telah atau akan dimilikinya yang

berkaitan dengan Efek yang direkomendasikan;

41

b.

Penasihat Investasi harus mengungkapkan kepada nasabahnya

kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan dalam Efek atas Efek

yang direkomendasikannya. Pengungkapan tersebut harus diberikan

sebelum mengadakan perjanjian dan memberikan nasihat kepada

nasabahnya;

c.

Jika rekomendasi diberikan secara lisan, maka pengungkapan

kepentingan dalam Efek oleh Penasihat Investasi dapat pula dilakukan

secara lisan dan pada waktu yang bersamaan dengan pemberian

rekomendasi dimaksud, dan sesuai dengan kebijakan tertulis yang

telah diungkapkan;

d.

Jika rekomendasi yang diberikan bertentangan dengan kebijakan

tertulis dari Penasihat Investasi yang dibuat sebelumnya, maka

pengungkapan mengenai kepentingan dalam Efek dari Penasihat

Investasi harus:

dicantumkan dalam bentuk dokumen yang berisi rekomendasi;

dan

dicantumkan dalam kotak pada permulaan atau akhir dokumen,

atau pada posisi lain yang sama pentingnya atau yang lebih

menonjol letaknya.

Dengan mendasarkan pada beberapa peraturan Bapepam & LK diatas,

perusahaan pemeringkat efek termasuk Pemeringkatan Reksa Dana wajib

mendasarkan kontrak yang ditandatanganinya dengan nasabah. Hal-hal yang

tertuang dalam kontrak dijadikan acuan apa yang harus dilakukan oleh

perusahaan pemeringkat Reksa Dana. Untuk itu, kontrak tersebut harus

disimpan dan dimiliki oleh pihak Perusahaan Pemeringkat dan nasabah.

42

Lebih lanjut, ada pula kewajiban penyampaian laporan yang harus

dipenuhi oleh perusahaan pemeringkat kepada Bapepam dalam rangka

keterbukaan informasi, yakni misal dalam hal:

pindah alamat usaha, penggantian pengurus atau direksi, penggantian

pemegang izin Wakil Manajer Investasi, selambat-lambatnya 12 (dua

belas) hari setelah terjadinya perubahan tersebut.

laporan kegiatan tengah tahunan dan tahunan yang selambat-lambatnya

disampaikan pada 30 Juni dan 31 Desember.

4.

Pengaturan Ke depan

Berdasarkan kajian atas beberapa peraturan Bapepam & LK yang ada

sekarang, menurut hemat Tim kedepan perlu adanya penyempurnaan

pengaturan

mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a.

Pemisahan antara Penasihat Investasi dan Perusahaan Pemeringkat

Efek

Pemeringkat Efek bukan bagian dari Penasihat Investasi, karena kesan

yang muncul saat ini tumpang tindih. Penasihat investasi seharusnya

berfungsi memberikan nasehat atas investasi nasabah, bukan termasuk

yang melakukan pemeringkatan.

b.

Pihak-pihak yang dapat melakukan pemeringkatan efek/Reksa Dana

c.

Penetapan prosedur dan kriteria pemeringkatan efek/Reksa Dana;

Misalkan dalam menetapkan prosedur pendaftaran sebagai lembaga

pemeringkat efek/Reksa Dana dipersyaratkan perlunya promotor dalam

pengajuan lembaga tersebut seperti dari:

tentang

perusahaan

pemeringkat

efek

dengan

(termasuk

Reksa

Dana

didalamnya).

Artinya

Perusahaan

43

institusi keuangan publik

bank komersial

bank

persetujuan dari BI

lembaga pemeringkat asing yang telah melakukan pemeringkatan

dalam kurun waktu tertentu.

Perusahaan yang memiliki sejumlah modal tertentu.

asing

yang

beroperasi

di

Indonesia

yang

mendapat

Sementara itu untuk dapat diberikan ijin/pendaftaran sebagai lembaga

pemeringkat efek/Reksa Dana, setidaknya dipenuhi beberapa kriteria

antara lain sebagai berikut:

Lembaga tersebut dibentuk dan terdaftar sesuai dengan UU PT.

Dalam anggaran dasarnya mencatumkan bahwa kegiatan utama

perusahaan adalah pemeringkatan efek/Reksa Dana

Memiliki modal disetor dalam jumlah tertentu

Memiliki infrastruktur yang memadai

Lembaga

keuangan yang sehat, reputasi dan integritas yang baik di dunia

usaha.

Tak satupun dari lembaga maupun promotornya berikut direktur dari

lembaga dan promotornya terlibat dalam tindakan hukum dalam

pasar modal yang membawa pengaruh negatif bagi investor

Tak satupun dari lembaga maupun promotornya berikut direktur dari

lembaga dan promotornya di masa lalu menerima tuduhan

melakukan pelanggaran, termasuk moral maupun ekonomis.

ini

beserta

promotornya

memiliki

profesionalisme,

44

Tak satupun dari pihak atau orang yang terkait dengan lembaga ini:

o Ditolak dalam hal pendaftaran/perizinan oleh Bapepam

o Terkait dalam dugaan pelanggaran terhadap UU PM

Pemberian ijin sebagai lembaga pemeringkat efek/Reksa Dana ini

haruslah untuk kepentingan investor dan pasar modal secara

keseluruhan

d.

Batasan minimum isi dari kontrak yang dibuat oleh perusahaan

pemeringkat efek/Reksa Dana dan nasabah;

Setiap lembaga pemeringkat harus memiliki perjanjian tertulis dengan

klien yang efek/Reksa Dana akan diperingkat, dan perjanjian tersebut

kiranya dapat memuat ketentuan minimum sebagai berikut:

Hak dan kewajiban setiap pihak berkaitan dengan pemeringkatan

efek/Reksa Dana.

Biaya yang dikenakan oleh lembaga pemeringkat efek/Reksa Dana

Persetujuan atas review secara periodik yang dilakukan lembaga

pemeringkat selama periode efek yang diperingkat.

Kesediaam Klien untuk bekerjasama dengan lembaga pemeringkat

agar pemeringkatan dapat dilakukan secara benar dan akurat dan

untuk itu memberikan informasi yang cukup dan tepat waktu

e.

Peningkatan keterbukaan perusahaan pemeringkat, contoh, hal apa saja

yang dapat dipublikasikan dan atau diumumkan kepada masayarakat.

f.

Profesionalitas perusahaan pemeringkatan efek, termasuk peningkatan

pengetahuan dan kualifikasi pegawai perusahaan tersebut.

g.

Penyampaian aspek teknis Pemeringkatan efek/Reksa Dana yang

setidaknya mencakup

45

1)

Keterbukaan atas Definisi dan Deskripsi Peringkat. Setiap Lembaga

Pemeringkat harus:

Mempublikasikan definisi atas peringkat yang diterbitkan, berikut

dengan simbol terkait;

Menyatakan

rekomendasi untuk membeli, menahan atau menjual atas suatu

efek/Reksa Dana

Menyampaikan kepada publik deskripsi dari peringkat-peringkat

yang diterbitkan, meliputi analisis atas faktor-faktor yang

memberikan

peringkat.

2)

Proses Pemeringkatan

Setiap

pemeringkatannya dan menyampaikan prosedur pemeringkatan

tersebut kepada Bapepam-LK berikut perubahannya dari waktu

ke waktu.

Prosedur pemeringkatan harus disusun secara sistematis

sehingga

terpercaya

Setiap

pemeringkatan yang profesional, yang terdiri dari anggota yang

memiliki pengetahuan dan kualifikasi yang memadai untuk

memberikan peringkat.

Setiap

peringkat, harus dilakukan oleh komite pemeringkatan

bahwa

pemeringkatan

bukan

merupakan

pengaruh

dalam

kenaikan

atau

penurunan

lembaga

pemeringkat

harus

merinci

prosedur

menghasilkan

pemeringkatan

yang

akurat

dan

Lembaga

Pemeringkat

harus

memiliki

komite

keputusan

pemeringkatan,

termasuk

perubahan

46

3)

Setiap Lembaga Pemeringkat harus memiliki staf yang mampu

melakukan analisis untuk tugas pemeringkatan

Setiap Lembaga Pemeringkat harus melakukan uji tuntas untuk

memastikan peringkat yang dihasilkan adalah wajar

Monitor atas Pemeringkatan

Setiap Lembaga Pemeringkat harus selalu memonitor atas

Efek/Reksa Dana yang diperingkatnya dalam jangka waktu

tertentu atau hingga jatuh waktu efek tersebut.

Pada bab ini juga akan dipaparkan dan dianalisis tentang apa dan

bagaimana pemahaman investor individu dan institusi terhadap Reksa Dana,

meneliti kemungkinan pemeringkatan terhadap Reksa Dana yang beredar di

pasar modal Indonesia dengan meneliti melalui pembagian kuisiner

bagaimana tanggapan para pelaku pasar di Indonesia baik dari Perusahaan

Pemeringkat Efek, Manajer Investasi, maupun pemodal terhadap penerapan

pemeringkat atas Reksa Dana.

B.

Tanggapan Pelaku Pasar terhadap Pemeringkatan Reksa Dana di

Indonesia

Untuk

pemeringkatan terhadap Reksa Dana, telah dilakukan melalui penyebaran

kuesioner kepada perusahaan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana, dan

pemodal Reksa Dana baik institusi maupun perorangan. Mekanisme yang

digunakan dalam penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara yaitu dengan

mengirim kuesioner melalui jasa pos dan menampilkan kuesioner pada

website Bapepam serta mendatangi responden ke beberapa daerah. Daerah

yang dipilih sebagai sample bagi penyebaran kuesioner adalah beberapa

mengetahui

tanggapan

pelaku

terhadap

kemungkinan

47

kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Denpasar dan

Palembang.

Adapun perincian jumlah kuesioner yang disebar dan ditanggapi oleh

responden, adalah sebagai berikut :

1.

Responden Individu

Penelitian langsung dilakukan di Jakarta dan 4 (empat) kota lain :

o

o

o

o

o

o

o

Jakarta (Diklat Waperd Bank Mandiri) sejumlah 20 responden

Bandung ( Mahasiswa ITB) sejumlah 18 responden

Surakarta (Investor Trimegah) sejumlah 10 responden

Denpasar (Investor NISP, Standard Chartered dan Trimegah)

sejumlah 25 responden

Bandar Lampung (Karyawan PTPN VII) sejumlah 13 responden

Bandar Lampung (Bank Muamalat) sejumlah 16 responden

Individu yang mengisi kuesioner melalui website Bapepam sejumlah

9 responden

2.

Responden Institusi

Pengiriman via pos Jakarta, sejumlah 100 kuesioner

o

Penelitian ke daerah (luar Jakarta), dilakukan di kota :

o

o

o

Jumlah yang diterima sebagai balasan adalah 15 kuesioner

Yogyakarta sejumlah 1 responden

Surakarta sejumlah 1 responden

Bandar Lampung sejumlah 2 responden

48

o

o

Bali 2 Responden

Investor yang mengisi kuesioner melalui website Bapepam

sejumlah 5 responden

Daftar pertanyaan (kuesioner) disebar dan telah diisi oleh pihak

individu dan institusi, masing-masing adalah sebagai berikut :

Berdasarkan jawaban responden terhadap daftar pertanyaan yang

diajukan, berikut disampaikan hasil tabulasinya:

1.

Individu

1.Apakah Anda sudah mengetahui “apa” itu Reksa Dana? (seperti jenisnya, manfaatnya
dan keuntungannya, risikonya, atau bahkan mekanisme kerjanya)

Jawaban

Ya, sudah
Ya, tapi belum lengkap
Belum sama sekali
Jumlah

61
38
12
111

(55%)
(34,2%)
(10,8%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 1:

-

55%

mengetahui tetapi belum lengkap dan 10,8% responden sisanya belum

mengetahui informasi tentang Reksa Dana.

Hal ini menunjukkan bahwa investasi melalui Reksa Dana telah dikenal

masyarakat, namun informasi tentang produk investasi Reksa Dana

tersebut belum secara baik dan lengkap tersedia bagi investor. Beberapa

responden

sudah

mengetahuinya,

34,2%

responden

sudah

49

informasi yang berkaitan dengan Reksa Dana yang perlu diketahui

investor

pembelian dan penjualan kembali serta hal-hal lain yang mempengaruhi

nilai investasi Reksa Dana.

sekurang-kurangnnya

mengenai

manfaat,

resiko,

proses

2. Apakah Anda pernah membeli produk Reksa Dana?

Jawaban

Pernah
Belum, tapi ingin
Tidak berminat
Jumlah

42
47
22
111

(37,8%)
(42,3%)
(19,8%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 2:

-

42,3% responden belum pernah membeli namun ada keinginan untuk

mencoba, 37,8% responden pernah membeli dan 19,8% responden tidak

berminat melakukan investasi di Reksa Dana.

Berdasarkan informasi tersebut diketahui bahwa Reksa Dana sudah

dikenal masyarakat namun masih sangat berpotensi untuk dikembangkan

karena prosentase pihak yang berminat dan belum pernah membeli masih

sangat besar. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kelengkapan

informasi mengenai Reksa Dana dan kemudahan mengakses informasi

dimaksud juga masih belum menjawab keinginan publik. Selanjutnya

kondisi ini mengakibatkan jumlah investor yang berinvestasi di Reksa

Dana masih sangat kurang dan banyaknya masyarakat yang ragu-ragu

berinvestasi pada produk Reksa Dana.

50

3. Jika belum pernah atau bahkan tidak berminat, alasan utama apakah yang membuat
Anda berlaku demikian?

Jawaban

Tidak Menjawab
Bingung
Takut rugi
Tidak menarik
Jumlah

48
23
27
13
111

(43,2%)
(20,7%)
(24,3%)
(11,7%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 3 :

-

24,3% responden takut rugi, 20,7% responden mengaku bingung, 11,7%

responden tidak tertarik dan 43,2% responden tidak menjawab.

Kurang diminatinya jenis investasi di Reksa Dana karena informasi

mengenai Reksa Dana belum tersebar secara baik kepada masyarakat

didaerah, sehingga sebagian responden tidak berkomentar.

4. Jika di Indonesia dilaksanakan pemeringkatan terhadap Reksa Dana, bagaimana
sikap Anda?

Jawaban

Sangat setuju, dan kemungkinan saya akan
mempertimbangkan untuk berinvestasi di Reksa Dana
Setuju, tapi tidak akan berpengaruh terhadap pilihan
investasi saya saat ini
Tidak tahu, karena sampai saat ini tidak tertarik
dengan Reksa Dana
Jumlah

82

(73,9%)

22

(19,8%)

7

(6,3%)

111

(100%

51

Terhadap pertanyaan no. 4:

-

73,9%

mempertimbangkan untuk berinvestasi di Reksa Dana, 19,8% responden

setuju, tapi tidak akan berpengaruh terhadap pilihan investasi saat ini dan

6,3% responden menjawab tidak tahu, karena sampai saat ini tidak tertarik

berinvestasi di Reksa Dana.

Hal ini menggambarkan bahwa pemeringkatan Reksa Dana telah sangat

dibutuhkan. Melalui simbul pemeringkatan Reksa Dana akan sangat

membantu masyarakat menilai Reksa Dana mana yang baik dan cocok

dengan profile investor. Melalui simbol pemeringkatan tersebut akan

tergambar tingkat resiko yang terkandung dari setiap produk Reksa Dana.

Hal ini diharapkan akan dapat menjawab kurangnya informasi tentang

Reksa Dana.

responden

sangat

setuju,

dan

kemungkinan

akan

5. Menurut Anda, bagaimana sebaiknya pemeringkatan terhadap Reksa Dana?

Jawaban

Wajib
Sukarela
Tidak tahu

Jumlah

92
13
6
111

(82,9%)
(11,7%)
(5,4%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 5 :

-

82,9% responden berpendapat wajib diterapkan pemeringkatan terhadap

Reksa Dana, 11,7% responden menganggap pemeringkatan tidak wajib

dilakukan (sukarela) dan 5,4% responden menjawab tidak tahu.

52

Pemeringkatan terhadap Reksa Dana merupakan suatu kebutuhan

sehingga masyarakat menilai hal ini wajib dilakukan terhadap setiap

produk Reksa Dana yang telah mendapat pernyataan efektif dari

bapepam sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Bagi Manajer

Investasi, dengan adanya pemeringkatan Reksa Dana memacu mereka

untuk meningkatkan kinerja dalam pengelolaan. Memiliki Reksa Dana

dengan peingkat bagus dapat menjadi ajang promosi bagi pemasarannya

dan dapat meningkatkan volume penjualan. Keadaan ini diharapkan akan

dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri Reksa Dana

pada khususnya dan pasar modal indonesia pada umumnya.

6. Menurut Anda, hal apakah yang paling utama untuk diperingkat terhadap suatu Reksa
Dana?

Jawaban

Tidak Menjawab
Hasil Investasi
Risiko
Biaya

Jumlah

2
53
51
5
111

(1,8%)
(47,7%)
(45,9%)
(4,5%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 6:

-

47,7% responden menitikberatkan pada hasil investasi, 45,9% responden

memilih risiko investasi, 4,5% responden menitikberatkan pada faktor

biaya dan 1,8% responden sisanya tidak menjawab.

Dua hal penting yang menjadi perhatian dalam berinvestasi di Reksa

Dana adalah tingkat pengembalian dan tingkat risiko. Dua faktor inilah

yang membedakan dengan jenis investasi di dunia perbankan. Investor

Reksa Dana merupakan investor dengan tipe risk taker dan cenderung

melakukan investasi dalam jangka panjang.

53

2. Institusi

Berdasarkan jawaban responden terhadap daftar pertanyaan yang

diajukan, berikut disampaikan hasil tabulasinya:

1. Menurut Anda, seberapa perlu kehadiran lembaga rating Reksa Dana di Indonesia?

Jawaban

Belum perlu
Perlu
Sangat Perlu

Jumlah

1
13
12
26

(3,8%)
(50,0%)
(46,2%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 1 :

− 50% responden menganggap perlu, 46,2% responden menganggap

sangat perlu dan 3,8% responden menganggap belum perlu dibentuk

lembaga rating untuk Reksa Dana.

− Data jawaban kuestioner di atas menggambarkan bahwa jumlah pihak

yang menganggap bahwa kehadiran lembaga rating Reksa Dana

sangat diperlukan. Namun kebutuhan akan kehadiran lembaga rating

di Indonesia yang akan me-rating Reksa Dana dapat saja dilakukan

dengan memberdayakan lembaga rating yang telah ada.

54

2. Jika lembaga rating Reksa Dana sudah terbentuk, apakah Anda yakin peminat atau

investor Reksa Dana akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan di
Indonesia ? (terutama dikaitkan dengan kondisi Reksa Dana yang sempat
mengalami ‘massive’ redemption tahun lalu)

Jawaban

Sangat yakin
Tidak tahu
Tidak yakin
Yakin
Jumlah

4
1
6
15
26

(15,4%)
(3,8%)
(23,1%)
(57,7%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 2 :

15,4% responden sangat yakin akan kenaikan investor, 57,7%

-

responden optimis/ yakin, 23,1% responden tidak terlalu yakin dan 3,8%

responden tidak berkomentar.

Data jawaban kuestioner di atas menggambarkan bahwa kebutuhan

akan rating Reksa Dana menjadi sangat besar dan yakin bahwa

kehadirannya akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap produk

Reksa Dana Indonesia yang selanjutnya akan dapat meningkatkan

penyebaran

masyarakat. Penyebaran kepemilikan tersebut lebih jauh diharapkan

tidak hanya membawa kemajuan bagi industri Reksa Dana namun juga

bagi produk pasar modal lainnya yang lebih beresiko dan memberikan

return lebih baik

kepemilikan

unit

penyertaan

Reksa

Dana

kepada

55

3. Berdasarkan penjelasan di atas, aspek apa sajakah yang menurut Anda perlu
diutamakan dalam pemeringkatan Reksa Dana dan mohon dijelaskan alasannya ?

Jawaban

Tidak Menjawab
1. Biaya Pengelolaan Invest + Rasio Biaya
Pengelolaan.

2. Hasil rata-rata tahunan RD

1. Good Corporate Government

2. RAR tidak hanya returnnya saja

1. Hasil disesuaikan resiko

2. Volatilitas hasil pengelolaan tiap bulan.

1. Hasil disesuaikan risiko

2. Peringkat Reksa Dana berdasarkan kuartil

1. Hasil rata-rata tahunan Reksa Dana

2. Hasil disesuaikan risiko

1.

Volatilitas hasil pengelolaan.

2.

Peringkat RD per kuartal,

3.

Hasil total RD

4.

Hasil disesuaikan resiko.

5.

Biaya pengelolaan investasi

6.

Hasil rata-rata

1. Hasil disesuaikan risiko

2. Hasil rata-rata tahunan Reksa Dana

1. Hasil rata-rata tahunan

2. Hasil disesuaikan risiko

3. Biaya Pengelolaan Investasi & Exprese Ratio

1.

Hasil total Reksa Dana

2. Hasil rata-rata tahunan Reksa Dana

Harus mengandung aspek yang bisa menjelaskan
risk exposure and expecxed return, sehingga
investor sadar akan resiko yang diambil dan return
yang diharapkan.

1

1

(3,8%)

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

56

Hasil disesuaikan risiko

Hasil rata-rata tahunan Reksa Dana

Hasil Total Reksa Dana

Peringkat Reksa Dana berdasarkan kuartil

Pertanyaannya adalah: Apakah pemeringkatan
atas kinerja historis bisa fair? Mengingat
penerapan mark to market dari masa lalu belum
terjadi keseragaman suatu RD yang ada.

Semua penting

Total

5

2

1

1

1

(19,2%)

(7,6%)

(3,8%)

(3,8%)

(3,8%)

5

26

(19,2%)

(100%)

Terhadap pertanyaan no. 3:

-

Rata-rata

diperhatikan dalam pemeringkatan, hasil disesuaikan dengan resiko

sebesar 19,2%, hasil rata-rata pertahun Reksa Dana 7,6%

3,8%

responden

menjawab

aspek-aspek

berikut

perlu

4. Menurut Anda, apakah kita juga perlu menggunakan semacam Fiduciary Grade
seperti di atas untuk melengkapi pemeringkatan suatu Reksa Dana?

Jawaban

Perlu
Sangat perlu
Tidak perlu
Tidak tahu

Jumlah

12
9
4
1
26

(46,2%)
(34,6%)
(15,4%)
(3,8%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 4 :

46,2% responden menganggap perlu, 34,6% responden menganggap

sangat perlu, 15,4% responden menjawab tidak perlu dan 3,8%

responden cenderung tidak tahu.

57

Data

pengelompokan dalam metode rating/ fiduciary grade terhadap Reksa

Dana cenderung sangat setuju. Melalui pengelompakan tersebut akan

membantu masyarakat dalam menilai kategori pokok-pokok penilaian

yang mendasari suatu Reksa Dana dikatakan baik atau dalam rentang

investment grade.

jawaban

kuestioner

di

atas

menggambarkan

bahwa

5. Pemeringkatan Reksa Dana biasanya dilaksanakan oleh suatu lembaga independen.
Berkaitan dengan hal tersebut, apakah Anda setuju bila pengelola Reksa Dana
dikenakan biaya untuk dilakukannya rating terhadap produk Reksa Dananya?

Jawaban
Perlu dibedakan antara pemeringkatan
berdasarkan kinerja (seperti yg dilakukan
Morningstar) ini tidak perlu dipungut biaya
karena menjadi kebutuhan pihak tersebut
menjual/ menyediakan info kepembacanya
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu
Jumlah

1

(3,8%)

9
15
1
26

(34,6%)
(57,7%)
(3,8%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 5 :

57,7% responden tidak setuju, 34,6% responden setuju,

responden mengaitkannya dengan kebutuhan dari Manajer Investasi

sendiri

berpendapat.

Data jawaban kuestioner di atas menggambarkan bahwa investor

cenderung tidak setuju bahwa dalam me-rating Reksa Dana dikenakan

biaya. Hal ini dimungkinkan adanya kehawatiran masyarakat bahwa

biaya tersebut akan menjadi biaya yang membebani Reksa Dana

sehingga pada akhirnya akan berdampak nagatif atau mengurangi

3,8%

dalam

menjual

produknya

dan

3,8%

responden

tidak

58

returm yang akan diperoleh investor. Dari sisi manajer investasi hal ini

juga dimungkinkan akan mengurangi daya saing Reksa Dana karena

timbulnya biaya, kecuali Reksa Dana tersebut berhasil memperoleh

peringkat yang tinggi.

6. Apakah Anda setuju jika Lembaga Pemeringkat Reksa Dana wajib mendapatkan
ijin/persetujuan dari Bapepam dan LK?

Jawaban

Setuju
Tidak setuju
Jumlah

21
5
26

(80,8%)
(19,2%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 6 :

80,8% responden menyatakan setuju dan 19,2 responden berpendapat

sebaliknya.

Data jawaban kuestioner di atas menggambarkan bahwa izin bagi

lembaga yang diperbolehkan merating Reksa Dana merupakan suatu

keharusan. Hal ini dimungkinkan adanya harapan bahwa dengan

memperoleh izin berarti terdapat standar minimal berdirinya suatu

lembaga rating, adanya aturan main yang jelas dan yang lebih jauh

bahwa akan ada lembaga yang bertugas mengawasi kinerja lembaga

rating tersebut. Melalui langkah-langkah tersebut diharapkan bahwa

independensi lembaga rating tersebut akan tetap terjaga.

59

7. Menurut Anda, bagaimanakah sebaiknya pemeringkatan terhadap Reksa Dana?

Jawaban

Sukarela
Wajib
Jumlah

14
12
26

(53,8%)
(46,2%)
(100%)

Terhadap pertanyaan no. 7:

53,8% respondeng menilai hal ini bisa dilakukan dengan sukarela dan

46,2% responden berpendapat bahwa pemeringkatan wajib dilakukan.

Selain daftar pertanyaan yang disampaikan, beberapa responden juga

telah menyampaikan saran dan masukan sehubungan dengan issue

yang ada, antara lain :

8. Sehubungan dengan wacana pemeringkatan Reksa Dana, silakan untuk
menyampaikan saran ataupendapat Anda
Jawaban
8
(30,8%)
Tidak menjawab

Sebelum metode ditetapkan, mohon dapat
disosialisasikan kepada para MI.

Khusus untuk Reksa Dana obligasi, perlu penilaian
(scoring system) terhadap. credit risk & likuidity risk.

Apabila ada lembaga rating bukan berarti dijalankan
dengan sebisanya

Dalam menilai peringkat sebaiknya memperhatikan:
sumber daya, bersifat terbuka, hasil proses
pemeringkatan, lembaga peringkat yang independen,
bertanggung jawab terhadap hasil pemeringkatan,
kredibel.

Kami sebagai salah satu MI, gembira dengan adanya
rencana pembentukan lembaga rating RD, karena dapat
menjadi obat bagi investor yang masih trauma & menjadi
acuan mereka untuk berinvestasi di RD.

Lembaga rating memberikan rating untuk waktu yang
lebih pendek dari pada rating obligasi karena underliying

1

(3,8%)

1

1

(3,8%)

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

60

asset RD cepat berubah, misal setiap 6 bulan.

Pemeringakatan RD dapat menjadi salah satu faktor
positif dalam rangka meningkatkan jumlah investor RD,
namun yg paling utama adalah adanya sosialisasi.

Pemeringkat harus independent dan informatif sehingga
dapat dimengerti oleh investor dan berguna utk
pengambilan keputusan.

Pemeringkat RD bukan satu-satunya cara untuk
mengembalikan minat investor berinvestasi pada RD.
Banyak faktor-faktor lain yang jauh lebih berpengaruh,
seperti: tingkat likuiditas yang rendah

Pemeringkatan RD harus dibuat secara transparan,
mengenai aspek apa saja yg dinilai dan dievaluasi harus
dilakukan atas seluruh aspek RD baik dari kewajiban
investor, kualitas portofolio, MI serta aspek lain

Perlunya peringkat RD untuk mengetahui RD yang
terbaik & memiliki kelolaan yang tinggi, sehingga
nasabah. mengetahui secara lengkap dimana ia dapat
mempercayakan uangnya. Peringkat harus sesuai
kenyataan tanpa rekaan

Saya mendukung adanya rating RD yang independen &
memperoleh izin dari Bapepam. Jika dapat diterapkan
per kuartal 1 2007

Rating RD secepatnya diselenggarakan seiring dengan
semakin berkembangnya industri RD. Jangan berlarut-
larut sekedar wacana, mengenai metode&mekanisme
bisa diperbaiki setelah dilaksanakann.

Sebelum pemeringkatan dimulai hal-hal diatas perlu
terlebih dahulu mendapatkan perhatian

Secepatnya diseminarkan serta disosialisasikan, supaya
ada perbaikan pandangan/persepsi yang baik terhadap
RD oleh masyarakat/investor. Berbagai kekurangan RD
perlu diseleksi secara ketat

Selain melakukan rating RD, sebaiknya Bapepam juga
lebih memperketat izin pendirian MI yang lain, karena
saat ini jumlah MI sudah sangat banyak sedangkan
industrinya masih terbatas

Semoga kehadiran lembaga rating RD dapat membantu
masyarakat dalam menentukan pilihan berinvestasi di
RD. Diharapkan panduan yang diberikan memiliki info
lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Setuju, ada lembaga pemeringkatan,.Saran: Judicial
Reviw peraturan Pasar Modal.

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

1

(3,8%)

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

1

(3,8%)

61

Wacana ini sangat bagus untuk perkembangan RD
dimasa yang akan datang

Total

1

26

(3,8%)

(100,0%)

Data jawaban kuestioner di atas menggambarkan bahwa pada dasarnya

masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan bahwa rating Reksa Dana itu

akan diwajibkan atau sukarela, namun lebih menekankan pada proses

pelaksanaannya yang perlu dilakukan sosialisasi secara cermat lebih dahulu

dengan para pihak yang terlibat. Para pihak berharap bahwa proses rating

agar segera dilaksanakan.

62

BAB II

STUDI PUSTAKA

PEMERINGKATAN REKSA DANA

A.

Pendahuluan

Sebagaimana disebutkan dalam Bab sebelumnya Reksa Dana di

Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pada tahun 1996

dimana untuk pertama kalinya Reksa Dana terutama berbentuk Kontrak

Investasi Kolektif (KIK) diperkenalkan kepada masyarakat melalui UU No.8

tahun 1995 tentang Pasar Modal sambutannya begitu hangat. Kondisi

ekonomi makro dan moneter yang kondusif turut mendukung eksistensi

Reksa Dana, karena para pemodal cenderung mencari alternatif investasi

yang sekaligus merupakan upaya diversifikasi dalam melakukan investasi.

Sejak pertama kali digiatkannya Reksa Dana hingga per Desember

1996 sudah tercatat 25 Reksa Dana yang telah mendapat pernyataan efektif

dari Bapepam dengan total nilai aktiva bersih yang dikelola sebesar Rp2,8

triliun dari sekitar 2450 pemodal. Satu dasawarsa kemudian tepatnya- per

September 2006 jumlah Reksa Dana telah mencapai 370 dengan dana

kelolaan Rp 39,95 triliun yang dipunyai sekitar 182.500 pemodal.

Kuantitas Reksa Dana yang telah mencapai jumlah cukup banyak

tersebut tentunya harus dibarengi dengan kegiatan bersifat sistematis dalam

menjaga kualitas Reksa Dana, sehingga aspek perlindungan terhadap

investasi yang dilakukan pemodal dapat terwujud. Salah satu tindakan yang

kiranya dapat dilakukan dalam industri Reksa Dana di Indonesia adalah

dengan dilakukannya pemeringkatan Reksa Dana. Sebagaimana diketahui

hingga saat ini dalam industri Reksa Dana Indonesia belum dilakukan

pemeringkatan, sementara itu di belahan negara lain arah perkembangan

7

Reksa Dana biasa didukung oleh pemeringkatan Reksa Dana, misalnya Fitch

Ratings, Standard and Poors Morningstar ataupun Lipper.

Pemeringkatan yang dilakukan terhadap Reksa Dana dapat memberikan

nilai lebih, baik itu terhadap penerbit Reksa Dana ataupun para pemodal.

Bagi para penerbit Reksa Dana peringkat yang melekat pada Reksa Dana

tersebut setidaknya dapat memberikan gambaran bagaimana kinerja Reksa

Dana tersebut terutama ditinjau dari sisi rate of retun ataupun juga risiko-

risiko yang terkandung Reksa Dana tersebut. Apabila Reksa Dana tersebut

dapat memberikan rate of return yang optimal dengan tingkat risiko yang

terkendali maka peringkat Reksa Dana tersebut baik, sehingga dapat

memberikan jaminan terhadap pemodal dalam melakukan investasinya.

Sementara itu buat para pemodal, peringkat Reksa Dana dapat dijadikan

panduan bagi pemodal sebelum menempatkan dananya. Mereka dapat

memilih Reksa Dana yang mempunyai peringkat bagus yang mencerminkan

kesanggupan dalam menghasilkan return dengan tingkat risiko proporsional.

Dengan adanya peringkat Reksa Dana ini setidaknya para pemodal baik

institusi

menginvestasikan dananya.

Belum terlaksananya kegiatan peringkat Reksa Dana di tanah air

kemungkinan masih dipilihnya sikap terbaik dalam menyikapi berbagai

permasalahan yang terkait dengan pemeringkatan. Disadari memang pada

beberapa negara yang telah mapan pertumbuhan Reksa Dananya masalah

peringkat kemungkinan bukanlah hal baru. Namun terdapat keragaman sikap

dari otoritas pasar pasar modal dalam menyoal hal tersebut. Ada yang

mewajibkan diperingkat, ada yang tidak diwajibkan, dan ada yang sebagian

diperingkat dan sebagian tidak. Selain hal tersebut yang kiranya perlu

mendapat perhatian adalah jenis-jenis Reksa Dana yang dapat diperingkat,

ataupun

individu

dapat

terhindar

dari

kesalahan

dalam

8

lembaga yang boleh melakukan pemeringkatan, standarisasi metodologi

pemeringkatan hingga alokasi biaya Reksa Dana untuk pemeringkatan.

Berkenaan dengan hal-hal tersebut permasalahan teknis yang kiranya

dapat diangkat dalam penelitian ini adalah penentuan jenis-jenis Reksa Dana

yang dapat diperingkat, lembaga yang boleh melakukan pemeringkatan serta

metodologi pemeringkatan. Dari beberapa literatur yang tersedia disebutkan

bahwa Reksa Dana yang dapat diperingkat adalah Reksa Dana yang

komposisi portofolionya kebanyakan terdiri dari obligasi dan pasar uang.

Walaupun tidak tertutup kemungkinan dilakukan pula terhadap Reksa Dana

Saham sebagaimana yang dilakukan oleh Morningstar.

Sementara itu tentang lembaga yang diperbolehkan melakukan

pemeringkatan dapat mengikuti peraturan Bapepam No V.C.1 tentang

Perizinan

permohonan sebagai lembaga pemeringkat minimal mempunyai 1 orang

Direksi dan satu orang di bawah level Direksi telah memiliki izin Wakil

Manajer Investasi.

Sedang apakah ada kewajiban ataupun bukan suatu kewajiban

melakukan peringkat, juga alokasi biaya dari suatu Reksa Dana lebih

berkaitan dengan perkembangan pasar serta inovasi dari para pengelola

Reksa Dana untuk meningkatkan kinerja serta merawat para pemodalnya.

Namun demikian tentunya hal tersebut juga erat kaitannya dengan kebijakan

yang dapat diambil oleh otoritas pasar modal untuk dapat mencipatkan Pasar

Modal yang lebih efisien dan transparan. Berikut metodologi yang biasa

dipergunakan oleh lembaga pemeringkat.

Penasihat

Investasi.

Lembaga

yang

dapat

mengajukan

9

B.

Metodologi

Ratings(www.fitchratings.com)

Fitch Ratings merupakan salah satu lembaga pemeringkat berskala

internasional yang dalam operasinya memberikan jasa Asset Management

Ratings (AMR) yang meliputi Corporate Ratings (CR) dan Product

Ratings/Fund Ratings (PR/FR).

Corporate rating dapat dilakukan terhadap Asset Manager, Custody,

Trustee. Sedang Fund Ratings dilakukan terhadap Bond Funds, Money

Market Funds, Local Government Investment Pools, Closed End Funds, dan

Tradable Credit Baskets .

Dalam Fund Ratings setidaknya terdapat 2 (dua) kunci utama yang

dijadikan patokan dalam memeringkat Reksa Dana, yaitu:

1.

Rating Risiko Kredit (Credit Risk Ratings), dilakukan dengan mengukur

secara keseluruhan kualitas kredit yang ada dalam portfolio Reksa

Dana., dan

2.

Rating Volatilitas (Volatility Ratings), dilakukan dengan mengukur

sensitivitas harga efek Reksa Dana terhadap perubahan kondisi pasar.

Berikut disampaikan metodologi serta proses pemeringkatan yang

dilakukan oleh Fitch Ratings terhadap Reksa Dana Obligasi dan Reksa Dana

Pasar Uang

Pemeringkatan

Reksa

Dana

Oleh

Fitch

1.

Pemeringkatan Reksa Dana Obligasi (Bond Fund Rating)

Perkembangan dana kelolaan Reksa Dana secara global mendekati

12 triliun EUR. (Lipper Analytical per September 2004). Untuk Eropa

sendiri mendekati 3.4 triliun EUR dengan komposisi sekitar 27% Reksa

Dana Obligasi, 35% Reksa Dana Saham, 13% Reksa Dana Campuran,

10

23% untuk Reksa Dana Pasar Uang, dan 2 % untuk Reksa Dana

lainnya. Masing-masing negara di Eropa berbeda trendnya, seperti di

Inggris, lebih banyak melakukan investasi di Reksa Dana Saham sekitar

75 %, sedangkan di Italia mereka lebih suka Reksa Dana Obligasi

sekitar 40 %.

Sementara itu berdasar data dari Asosiasi Reksa Dana yang

disusun oleh Investment Company Institute, Reksa Dana di Eropa yang

menginvestasikan dananya ke obligasi per Desember 2004 mencapai

sekitar 1 triliun EUR, naik 10 % dari 2 tahun lalu. Pasar Reksa Dana

Obligasi di Eropa melakukan diversifikasi investasi, tidak hanya pada

obligasi pemerintah saja melainkan juga ke obligasi internasional,

obligasi yang link dengan inflasi dan juga obligasi yang link ke resiko

baik itu sektor swasta, perbankan, juga Asset Back Securities. Manajer

pengelola portofolio secara terus menerus melakukan inovasi, memakai

teknik yang canggih berdasarkan derivative resiko, option, dan leverage.

Berkenaan dengan pelaksanaan pemeringkatan Reksa Dana

Obligasi, FITCH mempunyai 2 kombinasi untuk menilai Reksa Dana

tersebut, yaitu dengan menganalisa ketentuan sebagai berikut:

a. Rating Kredit, dilakukan dengan menilai kualitas portfolio kredit

secara keseluruhan. Diperingkat dari yang paling tinggi yaitu AAA ke

CCC yang sangat spekulatif/rendah

b. Rating Volatilitas, yang merefleksikan pengaruh perubahan tingkat

suku bunga, spread kredit, mata uang, likuiditas, dan leverage

terhadap nilai efek Reksa Dana dan total return. Rating Volatilitas

diberi skala dari V1+ sampai dengan V10. V1+ menunjukkan paling

kecil volatilitasnya dan nilai aktiva bersihnya stabil, sedang V10

sangat bervolatilitas.

11

Untuk memastikan bahwa peringkat yang dilakukan tepat dan

terkini, FITCH melakukan monitor peringkat Reksa Dana Obligasi secara

bulanan, mengecek komposisi portfolio, kemampuan dalam mengelola

dana, juga menilai secara keseluruhan perubahan variabel-variabel yang

telah ditetapkan di atas terhadap pemeringkatan.

a.

Rating Kredit Reksa Dana

FITCH Rating melakukan penilaian terhadap kualitas kredit Reksa

Dana secara keseluruhan. Peringkat dihasilkan dari evaluasi beberapa

faktor termasuk kualitas kredit aset dan pihak ketiga yang terlibat,

diversifikasi aset dalam portofolio, kemampuan mengelola serta

operasional.

Dalam menilai kualitas kredit, Fitch melakukan evaluasi dengan

mengukur tingkat kemungkinan default berdasarkan historical default

curve jangka panjang yang dikembangkannya berdasarkan simple

weighted average. Dengan metode ini diharapkan kualitas kredit dalam

Reksa Dana Obligasi serupa dengan rata-rata tertimbang kemungkinan

defaultnya. Rating kredit juga merefleksikan komposisi portfolio yang

disusun dengan baik oleh para pengelolanya.

12

Tabel persentase maksimum untuk menentukan Peringkat Reksa

Dana

Berikut

menentukan peringkat Reksa Dana.

Kredit Rating Reksa Dana

(%) Long-Term AAA AA+
0.19 0.57
Rating Factor
AAA
0.19
AA+
0.57 -
AA
0.89 -
54.3
AA-
1.15 -
39.6
A+
1.65 -
26
A
1.85 -
22.9
A-
2.44 -
16.9
BBB+
3.13
12.9
BBB
3.74
BBB-
7.26
BB+
10.18
BB
13.53
BB-
18.46
B+
22.84
B
27.67
B-
34.98
CCC+
43.36
CCC
48.52
CCC-
48.52
CC
77
D
100

The table illustrates the restrictions on lower-rated securities versus ‘AAA’ rated investments. Factor for long term securities
are derived from Fitch’s 10-year default study, updated in 2004. the maximum weighted scores provide weighted average

Misalkan seorang pengelola Reksa Dana ingin menaikkan peringkat

komposisi portfolionya menjadi AA, padahal isi dari portfolionya hanya

terdiri dari efek yang mempunyai peringkat A, maka berdasar tabel dan

rumus yang dibuat oleh Fitch Ratings akan di dapat hasil sebagai

berikut:

(% weight A* Factor A) + ([100 % – % Weight A] * Factor AAA)

(42.2%x1.85)+(100%-42.2%x0.19)=0.89

Jadi maksimum peringkat A agar dapat memenuhi kriteria kredit

rating AA adalah 0.89

disampaikan

tabel

persentase

maksimum

untuk

AA
0.89

AA-
1.15

Fund Rating (Maximum Weighted Score)
A+
A
A- BBB+ BBB BBB- BB+ BB BB- B+
B
B-
1.65 1.85 2.44 3.13 3.74 7.26 10.18 13.5 18.5 22.8 27.7 35

72.9
47.9
42.2
31.1
23.8
19.7

65.8
57.8
42.7
32.7
27
13.6

88
64.9
49.7
41.1
20.7
14.6

73.8
56.5
46.8
23.5
16.6
12.4

76.5
63.4
31.8
22.5
16.9
12.3

82.8
41.6
29.4
22
16.1
13

50.2
35.5
26.6
19.4
15.7
12.9

70.8
53
38.7
31.2
25.7
20.3

74.9
54.7
44.1
36.4
28.7
23.1

73
58.9
48.5
38.3
30.9
27.6

80.7
66.5
52.5
42.3
37.8
37.8

82.4
65.1
52.5
46.9
46.9
29.5

13

b.

Rating Volatilitas Reksa Dana

Dalam melakukan peringkat terhadap Reksa Dana Obligasi, FITCH

tidak hanya menilai rating kredit karena hal tersebut dianggap belum

bisa merefleksikan semua faktor resiko dari fixed income portfolio.

Karena itu perlu dilakukan penilaian lain diantaranya yaitu dengan

memeringkat volatilitas kinerja Reksa Dana terhadap perubahan tingkat

suku bunga serta risiko lain misalnya bila terdapat perubahan tujuan,

strategi investasi dan komposisi portfolio. Risiko volatilitas pada

dasarnya

disesuaikan dengan durasi aset yang menjadi portfolio Reksa Dana

Selain memakai analisa yang bersifat kuantitatif, FITCH juga

memakai penilaian tambahan dengan bertemu para pengelola investasi

untuk melihat kebijakan investasi, strategi dan prakteknya. FITCH

menilai kinerja masa lalu dan volatilitas return Reksa Dana sebagai

benchmark yang dipakai.

FITCH juga menganalisa beberapa faktor untuk memastikan

kesesuaian

beberapa hal sebagai berikut:

Resiko Suku Bunga

Volatilitas tingkat suku bunga obligasi akan berpengaruh terhadap

kinerja Reksa Dana yaitu perubahan pada yield curve Reksa Dana.

Ukuran utama untuk menghitung tingkat resiko suku bunga obligasi

dapat menggunakan Optional Adjusted Spread (OAS) model yaitu

dengan mengukur tingkat durasi, yang nantinya dapat diukur

sensitivitas suatu aset dalam keseluruhan portfolio dengan perubahan

dihitung

berdasarkan

risiko

rata-rata

tertimbang

yang

peringkat,

diantaranya

adalah

dengan

menganalisa

14

suku bunga obligasi. Durasi semakin panjang maka sensitivitasnya

akan semakin tinggi.

Resiko Pembayaran

Resiko pembayaran berkaitan dengan sejumlah dana yang dikelola

Reksa Dana. Biasanya Reksa Dana yang mengelola dana relatif besar

resiko pembayaran lebih rendah. Namun demikian hal ini juga

dipengaruhi oleh sistem bunga yang melekat pada obligasi tersebut

apakah menerapkan floating atau fixed rate.

Resiko Spread

Resiko Spread menghitung persentase perubahan nilai pasar portfolio

disebabkan perubahan yield spread. Yield spread merefleksikan

perubahan resiko premium yang terjadi di pasar secara otomatis

apabila memegang aset yang memiliki kualitas lebih rendah atau lebih

tinggi seperti obligasi pemerintah.

Resiko Mata Uang

FITCH akan menilai resiko Reksa Dana yang investasinya ke mata

uang terutama yang berbeda dari mata uang Reksa Dana itu berasal.

Selain itu juga melihat tingkat hedging yang dilakukan pada mata uang

tersebut

Resiko Likuiditas

Resiko likuiditas tetap harus mendapat perhatian dalam merating

Reksa Dana, walaupun di pasar yang mapan likuiditas tidak perlu

dirisaukan lagi. Tingkat likuiditas pasar diantaranya dapat dilihat dari

total transaksi, adanya market maker juga bid-ask spread.

15

Derivative dan Hedging

Reksa Dana obligasi yang melakukan diversifikasi dan hedging dapat

mengurangi resiko nilai efek. Berkenaan dengan hal tersebut FITCH

mengevaluasikan strategi Reksa Dana dan perlakuan aset Reksa

Dana apakah dihedging atau tidak

Waktu melakukan penilaian rating volatilitas terhadap penerapan

hedging tersebut, FITCH akan menganalisa secara hati-hati dalam

prosedur operasionalnya dan terus melakukan monitor apabila ada

yang tidak dihedge.

Leverage Reksa Dana

FITCH juga menganalisa terhadap kemampuan Reksa Dana dalam

memenuhi kewajiban jangka pendek. Hal tersebut dapat dilihat dari

apakah Reksa Dana tersebut terikat dalam berbagai perjanjian seperti

Repurchase Arrangement. Namun demikian diperlukan pengawasan

yang lebih kuat terhadap berbagai strategi investasi yang kurang

memperhatikan tingkat resiko kerugian investasi. Hal ini membuat

Pengawas Pasar Modal harus melakukan pengawasan bahwa

leverage dalam bentuk tertentu tidak diperbolehkan.

16

Berikut skema proses rating volatilitas Reksa Dana oleh Fitch

Ratings sebagaimana disebutkan di atas:

Inputs

Management
Review

Fund Portofolio
Data

Market Data

Fund Performance
Data

Index Data

Interest Rate
Risk

Prepayment
Risk

Spread
Risk

Analysis

Currency
Risk

Liquidity
Risk

Leverage

Derivatives and Hedging

Outputs

Volatility Rating

2.

Peringkat Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund Ratings )

Sebagaimana disebutkan di atas dalam memeringkat Reksa Dana,

termasuk Reksa Dana Pasar Uang hal utama yang diperingkat adalah

kualitas kredit (Credit Quality Ratings (CQR)) dan Volatility Ratings (VR).

Namun, untuk lebih mendukung hasil peringkat terdapat beberapa faktor

yang dapat dinilai diantaranya adalah sebagai berikut:

Kualitas kredit portofolio aset (credit quality of portfolio assets) dan

pihak-pihak terkait (counterparts)

Diversifikasi investasi (diversification of investments)

Jatuh tempo (maturity)

17

Likuiditas (liquidity)

Komposisi pemegang saham (shareholders composition) dan aktivitas

pencairan (redemption actvity)

Kebijakan-yang berkaitan dengan perjanjian pembelian kembali

(repurchase agreements)

Berikut adalah skema dari faktor-faktor yang berpengaruh dalam

peringkat Reksa Dana Pasar Uang sebagaimana disebutkan di atas:

Credit Quality

Maturity

Liquidity

Money Market
Fund Rating

Diversification

Management
and Controls

Repurchase
Agreements

Selain itu, yang tidak kalah penting dalam proses peringkat adalah

penilaian terhadap lingkungan dimana Reksa Dana beroperasi, pengalaman

manajemen, organisasi, dan pengendalian intern. Terkait dengan hal ini,

dalam melakukan rating FITCH memperhatikan hal-hal berikut: (1) Struktur

Reksa Dana (legal structure of the fund), (2) Peraturan-peraturan (statutory

rules and regulations), (3) Pengelolaan organisasi (governing organizations)

dan entitas regulator (regulatory entities), (4) Pemisahan (segregation) dan

pengamanan aset (security of assets), (5) Tanggung jawab kustodian

(custody/depository responsibilities), (6) Gambaran pasar lokal (local

marketplace

review),

(7)

Pengalaman

manajemen

(managements

18

experiences), (8) Kendali (controls), ketaatan (compliance), dan tanggung

jawab fidusia (fiduciary responsibilities).

Dalam pasar modal dunia, ditinjau dari stukturnya dikenal 2 (dua) bentuk

Reksa Dana Pasar Uang, yaitu:

CNAV funds yaitu Reksa Dana yang menawarkan Constant Net Asset

Value (CNAV)

Sebagian besar bentuk Reksa Dana Pasar Uang di dunia adalah Reksa

Dana CNAV. Reksa Dana Pasar Uang ini memberikan proteksi yang

tinggi atas dana yang diinvestasikan dan menjamin nilai aktiva bersih

tidak akan mengalami penurunan di bawah nilai nominal 1.00.

Reksa Dana ini diasumsikan relatif homogen, menawarkan tingkat

keamanan dan stabilitas principal. Namun demikian, beberapa tahun

terakhir, beberapa Reksa Dana mengalami penurunan portfolio yang

menyebabkan penurunan NAV hingga di bawah 1.00.

VNAV funds yaitu Reksa Dana yang menawarkan Variable Net Asset

Value (VNAV)

Menurut FITCH, VNAV money market funds lebih sensitif terhadap

perubahan tingkat bunga. Dalam Reksa Dana VNAV, dividen tidak

dibagikan kepada pemodal, namun diperlakukan sebagai penyertaan

kumulasi (cumulating shares) atau dengan kata lain dividen yang

terakumulasi dapat digunakan untuk membeli saham atau unit

penyertaan

kemungkinan tampak terus meningkat dan secara implisit menunjukkan

tingkat stabilitas yang tinggi.

baru.

Akibatnya,

nilai

bersih

aktiva

Reksa

Dana

19

a.

Rating Kualitas Kredit (Credit Quality Ratings (CQR))

Dalam rating ini skala yang digunakan adalah skala dari ‘AAA’ hingga

‘B’ dimana ‘AAA’ mengindikasikan tingkat kualitas kredit tertinggi dan

keamanan investasi, sedang ‘B’ mengindikasikan kualitas kredit terendah.

Pada umumnya Reksa Dana pasar uang mengutamakan portfolio pada asset

yang memiliki rating ‘AAA’ hingga ‘BBB’yang masih termasuk dalam tingkat

investasi aman.

Dalam memberikan CQR, hal penting yang harus diperhatikan adalah

kualitas kredit atas instrument yang mendasarinya (underlying instruments)

dan pihak-pihak terkait. Mengingat kemungkinan defaults bagi efek yang

dengan rating ‘AAA’ lebih kecil dari yang di bawahnya (misal kemungkinan

default AAA sebesar 0.1%, efek ‘BBB’ sebesar 0.35%, dan efek ‘B’ sebesar

3.0%), maka dalam memberikan CQR, FITCH juga memperhatikan risiko

kegagalan kredit.

Secara umum kualitas kredit portfolio bergantung pada kualitas efek

secara individu, diversifikasi serta pihak yang menerbitkan efek. Penilaian

atas kualitas kredit mencakup penelaahan atas kebijakan serta prosedur

yang digunakan dalam proses kredit termasuk pandangan dan pengalaman

manajemen.

b.

Rating Volatilitas (Volatility Ratings (VR))

Volatility Ratings (VR) menitikberatkan pada penilaian atas risiko

tingkat bunga dari suatu portofolio yang diukur dengan skala ‘V1+’ hingga

‘V10+’. ‘V1+’ mengindikasikan stabilitas principal dan nilai aktiva bersih yang

konstan (constant net asset value – CNAV), sedang ‘V10’ mengindikasikan

20

ketidakstabilan namun berpotensi memiliki nilai aktiva bersih yang bervariasi

(Variable Net Asset Value – VNAV)

Berikut Tabel Definisi Peringkat Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana

Obligasi (Lihat Lampiran)

21

3.

Proses Pemeringkatan Reksa Dana

FITCH melakukan pemeringkatan berdasarkan permintaan dari

pengelola (management) Reksa Dana. Setelah dibuat perjanjian-

perjanjian kemudian pengelola diminta untuk menyediakan informasi

yang dibutuhkan dalam waktu yang telah ditentukan. Adapun informasi

atau dokumen yang diperlukan diantaranya adalah:

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

Laporan keuangan terakhir yang sudah diaudit

Prospektus dan informasi tambahan terbaru dari Reksa Dana

Copy dan kebijakan dari Master Repurchase Agrement

Kebijakan mengenai resiko tingkat suku bunga

Kebijakan mengenai securities lending, leverage dan derivatives

Daftar efek yang disetujui untuk dibeli Reksa Dana

Daftar portfolio terbaru yang dipegang dalam jangka waktu 3 bulan

dan 3 kuartal terakhir dengan transaksinya

Histori redemption bulanan sepanjang 2 tahun terakhir

Persentase terbaru kepemilikan aset yang dipegang 10 unit holder

terbesar

NAB bulanan dan data distribusi untuk 12 bulanan terakhir

Total return bulanan untuk 3 (tiga) tahun terakhir

Identifikasi untuk benchmark yang dipakai

j.

k.

l.

Setelah dilakukan pemeringkatan maka dapat diadakan diskusi diantara

Fitch dan Pengelola Reksa Dana. Materi diskusi dapat seputar tentang

implementasi dan komitmen kebijakan yang dibuat juga internal kontrol

yang terpadu dan komprehensif

22

4.

Laporan Pemeringkatan Reksa Dana

FITCH rating setelah melakukan pemeringkatan terhadap Reksa Dana

maka akan menyediakan laporan yang bersifat independen tentang

Reksa Dana tersebut baik dari sisi risk ataupun prospeknya, sehingga

pemodal dapat menilai Reksa Dana tersebut secara lebih jelas. Laporan

tersebut ada di http://www.fitchratings.com

5.

Pengawasan Reksa Dana

Setelah diperingkat maka portfolio akan dievaluasi setiap bulan. Evaluasi

akan dilakukan diantaranya terhadap perkembangan Net Asset Value,

current yield, total return, aktivitas pembelian juga redemption Reksa

Dana. Pengawasan ini penting untuk menjaga kesinambungan peringkat

Reksa Dana.

Berikut skema proses pengawasan Reksa Dana oleh Fitch Ratings:

Source





Balance Sheet
Holdings
Trades
NAV Series
Redemption and
Subscription
Activity

Data

Fund
Administrator

Fund Manager

• Investor
Reporting
• Risk Reports,
Stress Testing
Analysis, etc

Frequency

Monthly

23

C.

Metodologi Pemeringkatan Reksa Dana Oleh Morningstar Inc.

Salah satu perusahaan lain yang menyediakan informasi mengenai

pemeringkatan Reksa Dana adalah Morningstar Inc. Memulai usahanya pada

pertengahan tahun 1980-an. Morningstar kini telah tumbuh dengan pesat

melalui sistem pemeringkatan yang dinamakan 5-star rating system (sistem

pemeringkatan 5 bintang).

Morningstar melakukan pemeringkatan terhadap Reksa Dana dengan

menggunakan skala bintang 1 sampai dengan bintang 5, di mana bintang 1

merupakan peringkat yang paling rendah sedang bintang 5 adalah peringkat

yang terbaik.

Sistem pemeringkatan yang dilakukan Morningstar begitu terkenal

sehingga seringkali masyarakat menganggap peringkat yang tinggi dari

Morningstar benar-benar menjadi jaminan bagi pemodal dalam berinvestasi.

Beberapa perencana keuangan (financial planner) melaporkan bahwa

pemodal kebanyakan meminta mereka untuk menginvestasikan dananya

hanya pada Reksa Dana dengan peringkat bintang.4 atau bintang 5. Dari hal

tersebut di atas, dapat disebutkan bahwa tidaklah mengejutkan apabila

masyarakat percaya bahwa aliran investasi, baik masuk maupun keluar,

sangat erat kaitannya dengan peringkat yang diberikan oleh Morningstar.

Sampai dengan saat ini, Morningstar memiliki beberapa sistem

pemeringkatan yang berbeda-beda. Yang paling dikenal luas adalah star

rating system, yang mana merupakan sistem pemeringkatan yang

diperkenalkan dan dipasarkan sejak perusahaan tersebut mulai menyediakan

jasa pemeringkatan.

24

1.

Jenis Reksa Dana Yang Diperingkat

Sebelum menghitung peringkat berdasarkan star rating system,

Morningstar terlebih dahulu mengklasifikasikan Reksa Dana ke dalam 4

kategori, yaitu:

Domestic Equity,

Foreign Equity,

Municipal Bond, dan

Taxable Bond.

2.

Metode Risk Adjusted Return

Setelah dilakukan pengelompokan, pemeringkatan selanjutnya dihitung

berdasarkan imbal hasil yang telah disesuaikan dengan tingkat resiko

masing-masing Reksa Dana (risk adjusted return). Untuk Reksa Dana yang

telah berusia 10 tahun atau lebih, pemeringkatan didasarkan pada risk

adjusted return untuk 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Untuk Reksa Dana

yang berusia antara 5 sampai dengan 10 tahun, pemeringkatan didasarkan

pada risk adjusted return untuk 3 dan 5 tahun. Dan yang terakhir, untuk

Reksa Dana yang usianya antara 3 sampai 5 tahun maka pemeringkatan

hanya didasarkan pada risk adjusted return untuk periode 3 tahun.

Sedangkan untuk Reksa Dana yang berusia kurang dari 3 tahun, Morningstar

tidak memberikan peringkat.

3.

Morningstar Return

Dalam melakukan penghitungan terhadap risk adjusted return, yang

pertama kali dilakukan adalah menghitung imbal hasil yang telah disesuaikan

dengan beban dan biaya-biaya untuk masing-masing Reksa Dana seperti

25

imbal jasa manajemen (management fee) dan biaya-biaya lain yang secara

otomatis diambil dari Reksa Dana sehingga menghasilkan apa yang

dinamakan Expense And Load Adjusted Return On The Fund.

Hasil penghitungan tersebut kemudian dikurangi dengan tingkat

pengembalian bebas resiko misalnya US Treasury Bill untuk kemudian dibagi

dengan selisih antara imbal hasil rata-rata untuk masing-masing kategori

Reksa Dana dengan US Treasury Bill atau dengan US Treasury Bill itu

sendiri, mana yang lebih tinggi.

(Expense and Load Adjusted Return on the Fund – T-Bill)

(Imbal hasil rata-rata untuk masing-masing kategori Reksa

Dana – T-Bill atau T-Bill) mana yang lebih tinggi

Penggunaan salah satu dari dua variabel pada persamaan tersebut

adalah untuk mencegah adanya distorsi yang disebabkan adanya nilai negatif

pada penyebut (denominator) persamaan tersebut (yang mungkin terjadi

pada saat kondisi pasar yang menurun). Persamaan tersebut akan

menghasilkan apa yang dinamakan sebagai Morningstar Return.

4.

Morningstar Risk

Langkah selanjutnya adalah menghitung tingkat resiko dari masing-

masing Reksa Dana (Morningstar Risk). Penghitungan yang dilakukan

berbeda dengan pengukuran resiko secara tradisional, seperti dengan

menggunakan beta dan simpangan baku (standard deviation). Penghitungan

ini dilakukan dengan menentukan selisih antara tingkat pengembalian

bulanan masing-masing Reksa Dana dengan tingkat pengembalian

bebas resiko (T-Bill return).

26

Selisih tersebut hanya untuk tingkat pengembalian bulanan yang berada

di bawah tingkat pengembalian bebas resiko. Hal tersebut dikarenakan

kebanyakan pemodal memiliki ketakutan yang sangat besar akan kehilangan

uang mereka, yang oleh mereka diartikan sebagai tingkat pengembalian yang

berada di bawah tingkat pengembalian bebas resiko.

Selanjutnya selisih-selisih tersebut dijumlahkan dan dibagi dengan

jumlah bulan dalam satu horison waktu. Hasil yang diperoleh, yaitu Average

Monthly Underperformance, dibandingkan dengan Reksa Dana lainnya

yang ada dalam satu kategori untuk kemudian ditentukan nilai resikonya (risk

score).

Hasil ini menunjukkan seberapa jauh tingkat resiko suatu Reksa Dana

jika dibandingkan dengan Reksa Dana lainnya yang ada dalam satu kategori.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ilustrasi yang menggambarkan

penghitungan Morningstar Risk dengan horison waktu adalah 1 tahun:

27

Tabel Penghitungan Morningstar Risk

Bulan

Tingkat
Pengembalian
Reksa Dana
(%)

Tingkat Pengembalian
T-Bill (%)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

2,0

-1,5

3,2

1,2

-4,0

2,1

-0,3

2,3

-1,7

2,4

1,2

-3,1

0,5

0,5

0,5

0,4

0,6

0,5

0,5

0,5

0,5

0,4

0,6

0,5

Total Underperformance

Underperformanc
e

NA

2,0

NA

NA

4,6

NA

0,8

NA

2,2

NA

NA

3,6

13,2

Total Underperformance / Jumlah Bulan =13,2/12

=1,10

underperformance)

Average Monthly Underperformance

(average

monthly

1-year Morningstar Risk

=

Average

Investment Category

Monthly

Underperformance

of

28

Ada dua tahap untuk sampai pada peringkat Reksa Dana secara

keseluruhan. Tahap pertama adalah menghitung peringkat dari masing-

masing Reksa Dana untuk 3 horison waktu, yaitu 3 tahun, 5 tahun, dan 10

tahun, atau biasa disebut the time-specific star ratings. Untuk masing-masing

waktu tersebut, penilaian dilakukan dengan mengurangi Morningstar Return

dengan Morningstar Risk.

Jadi skor untuk 3 tahun diperoleh dari Morningstar Return untuk 3 tahun

dikurangi Morningstar Risk untuk 3 tahun, skor 5 tahun dari Morningstar

Return 5 tahun dikurangi Morningstar Risk 5 tahun, dan skor 10 tahun

diperoleh dari Morningstar Return 10 tahun dikurangi Morningstar Risk 10

tahun.

Selanjutnya masing-masing kelompok waktu tersebut dikelompokkan

dalam 5 kelompok bintang, yaitu:

Sebanyak 10% Reksa Dana untuk tiap kategori dengan skor tertinggi

akan mendapatkan peringkat Bintang 5,

22,5% berikutnya mendapatkan peringkat Bintang 4,

35% berikutnya mendapatkan peringkat Bintang 3,

22,5 % berikutnya mendapatkan peringkat Bintang 2, dan

10% Reksa Dana dengan skor terendah akan mendapatkan peringkat

Bintang 1

Tahap kedua dalam penghitungan peringkat Reksa Dana secara

keseluruhan adalah menggunakan sistem pembobotan (weighting system)

sesuai dengan umur dari masing-masing Reksa Dana. Pembobotan Reksa

Dana tersebut adalah sebagai berikut:

29

Untuk Reksa Dana yang berusia 3 tahun pembobotannya adalah

sebesar 20%,

Untuk Reksa Dana berusia 5 tahun pembobotannya sebesar 30%, dan

Untuk Reksa Dana berusia 10 tahun adalah sebesar 50%.

Untuk Reksa Dana yang berusia antar 5 sampai 10 tahun, bobot untuk

peringkat 3 tahun adalah sebesar 40% dan bobot untuk peringkat 5

tahun sebesar 60%.

Untuk Reksa Dana yang berusia kurang dari 5 tahun (di atas 3 tahun),

pembobotan 100% menggunakan peringkat untuk horison waktu 3

tahun.

Selanjutnya berdasarkan bobot dari masing-masing time-specific star

rating tersebut akan diperoleh nilai akhir untuk masing-masing Reksa Dana.

Hasil tersebut kemudian dibulatkan ke atas apabila nilai desimalnya adalah

0,5 atau lebih, dan akan dilakukan pembulatan ke bawah apabila nilai

desimal kurang dari 0,5. Sebagai contoh, sebuah Reksa Dana yang

memperoleh peringkat 4 Bintang untuk horison waktu 3 tahun, 4 Bintang

untuk horison waktu 5 tahun, dan 3 Bintang untuk horison waktu 10 tahun,

akan mendapatkan nilai akhir sebesar 3,5 (yang diperoleh dari 4 Bintang

(0,2) + 4 Bintang (0,3) + 3 Bintang (0,5) = 3,5). Karena nilai desimal yang

diperoleh adalah 0,5 maka hasil tersebut dibulatkan ke atas, sehingga secara

keseluruhan Reksa Dana tersebut mendapatkan peringkat 4 Bintang.

Ada beberapa hal penting yang bisa diambil dari metode penghitungan

yang dijelaskan di atas. Yang pertama, sebagaimana telah disebutkan

sebelumnya bahwa Morningstar tidak melakukan pemeringkatan terhadap

Reksa Dana yang tidak memiliki data historis tingkat pengembalian selama 3

tahun, akibatnya banyak Reksa Dana-Reksa Dana baru yang dikeluarkan

dalam penghitungan peringkat secara keseluruhan.

30

Yang kedua adalah penghitungan dengan membandingkan time-specific

star rating dari suatu Reksa Dana dengan time-specific star rating Reksa

Dana-Reksa Dana lain dalam satu kategori tertentu. Hal tersebut

mengakibatkan jumlah Reksa Dana yang digunakan sebagai pembanding

dalam suatu kategori menjadi lebih sedikit.

Namun demikian semenjak bulan Juni tahun 2002, atas metodologi

tersebut Morningstar melakukan beberapa perbaikan. Pertama, dan yang

terpenting, adalah kategori pemeringkatan tidak lagi empat bagian besar

seperti yang disebutkan di atas (Domestic Equity, International Equity,

Municipal Bonds, dan Taxable Bonds) melainkan menjadi 48 kategori yang

berbeda. Misalnya, dalam metodologi pemeringkatan yang baru, semua

Large Growth Funds dikelompokkan dalam satu kategori dan pemeringkatan

dikalkulasi berdasarkan kinerja funds terhadap Large Growth Funds yang

lain. Sebelumnya, peringkat Large Growth Funds ditentukan secara relatif

terhadap seluruh domestic equity funds, suatu pengelompokan yang jauh

lebih besar yang di dalamnya terdapat value dan blended funds dengan

ukuran yang beragam dari besar dan kecil.

Perubahan metodologi ini cukup signifikan karena menurut metodologi

pemeringkat yang terdahulu, suatu fund dapat memiliki peringkat yang bagus

hanya karena jenis dari fund yang tidak jelas. Sebagai contoh, di tahun 1999

hampir semua Growth Funds memiliki peringkat yang tinggi hanya karena

secara umum Growth Funds memiliki kinerja yang lebih baik terhadap funds

domestic equity lain selama kurun waktu tiga tahun sebelum 1999.

31

Perubahan kedua lain yang cukup signifikan adalah pengukuran risiko

yang lebih menggambarkan secara akurat risiko penurunan (downside risk).

Di dalam metodologi sebelum Juni 2002, risiko diukur sebagai rata-rata

kinerja funds secara relatif di bawah investasi yang dijamin, yakni Treasury

Bill dengan jangka waktu 90 hari. Dengan demikian, bila return suatu Reksa

Dana melebihi patokan (benchmark) ini setiap bulan, maka Reksa Dana

cenderung dianggap tidak berisiko.

Metodologi ini meyebabkan Reksa Dana yang memiliki return yang

demikian fluktuatif dapat dianggap sebagai Reksa Dana dengan risiko rendah

sepanjang returns dari Reksa Dana tetap kuat (di atas benchmark). Hal ini

sangat jelas tergambarkan pada Reksa Dana terkait dengan internet. Karena

funds ini memiliki kinerja di atas Treasury Bills untuk sejumlah bulan berturut-

turut, Internet funds menunjukkan risiko yang rendah menurut ukuran

Morningstar yang lama. Namun demikian, di tahun-tahun berikutnya, funds

yang memiliki ”risiko rendah” ini mengalami kerugian yang sangat besar.

Sebagai

pengukuran risikonya untuk lebih dapat menggambarkan keseluruhan

fluktuasi pada kinerja funds secara bulanan, dengan penekanan pada

fluktuasi pergerakan harga ke bawah (downward variation). Hal ini

memberikan gambaran kinerja yang lebih konsisten dan mengurangi

kemungkinan penggambaran kinerja yang kuat tanpa melihat risiko inheren

yang ada.

Perubahan ketiga yang juga mendasar adalah funds yang memiliki

kelas pengkategorian lebih dari satu klasifikasi dikelompokkan menjadi satu

fund tersendiri dalam metodologi pemeringkatan. Sebelum Juni 2002, setiap

kelas dari reksa dana dianggap sebagai suatu fund yang terpisah. Dengan

besarnya tingkat pertumbuhan funds dengan kelas pengkategorian lebih dari

akibat

dari

permasalahan

ini,

Morningstar

mengubah

32

satu klasifikasi sepanjang lebih dari sepuluh tahun, perubahan ini sangat

penting karena metodologi yang sebelumnya dipakai tidak secara akurat

menggambarkan jumlah funds yang sebenarnya diperingkat. Hal ini

mengakibatkan masalah berupa peringkat rating yang tidak menggambarkan

keadaan yang sebenarnya sebagai akibat jumlah funds yang terlihat lebih

banyak dari yang sebenarnya diperingkat karena metode pengklasifikasian

yang tidak tepat.

33

D.

Metodologi Pemeringkatan Reksa Dana Menggunakan The Lipper

Leader System

Gambaran Umum

Lipper Leader System (LLS) merupakan suatu alat yang dapat

dimanfaatkan oleh para pemodal ataupun penasihat investasi untuk memilih

Reksa Dana sesuai dengan gaya dan tujuan dalam berinvestasi.

LLS menggunakan beberapa kriteria yang dapat digunakan pemodal

untuk menghasilkan deskripsi yang sederhana dan jelas mengenai

keberhasilan

pengelolaan modal (preserving capital), pertumbuhan asset yang konsisten

dan return yang optimum.

LLS tidak memprediksikan kinerja di masa datang, namun memberikan

konteks serta perspektif dalam pengambilan keputusan investasi dalam

Reksa Dana yang informatif (knowledgeable).

Terdapat beberapa kelebihan Lipper Scores diantaranya adalah dalam

penggunaannya dapat dilakukan secara kombinasi satu dengan yang lain

atau dapat digunakan secara bersamaan dalam memilih Reksa Dana yang

memenuhi kriteria pemodal.

Peringkat yang digunakan adalah:

Lipper Leader

Score 2

Score 3

Score 4

Score 5

Reksa

Dana

dalam

mencapai

tujuannya,

antara

lain

20%

20%

20%

20%

20%

Tertinggi

Terendah

34

Score LLS bergantung pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam

setiap bulan dan diperhitungkan selama periode berikut: 3 tahun, 5 tahun,

dan keseluruhan periode. Penghitungan menyeluruh didasarkan pada rata-

rata tertimbang yang sama (equal-weighted average) dari peringkat setiap

periode 3, 5, dan 10 tahun (jika mungkin).

MACAM-MACAM LIPPER SCORES

Lipper Scores for
Consistent Return
(CRS)

Lipper Scores for
Total Return(TRS)

Kinerja total return Risk-adjusted returns
historis Reksa Dana
historis

Refleksi

Lipper Score for
Preservation (PS)

Upaya yang telah
dilakukan oleh suatu
Reksa Dana dalam
menghindari kerugian

Reksa Dana
ekuitas lebih tidak
stabil dibanding
dengan Reksa
Dana campuran
atau Reksa Dana
obligasi
Lipper leader
untuk
Preservation
Score dalam
Reksa Dana yang
tidak stabil,
mungkin tidak
tepat bagi
pemodal yang
betujuan jangka
pendek atau
memilih risiko
rendah

Lipper Score for
expense (ES)

Bagaimana suatu
Reksa Dana
meminimalisir beban
pembiayaan
dibanding dengan
Reksa Dana dalam
klasifikasi Lipper
Global yang sama

Lebih tepat buat
pemodal yang
ingin
meminimalisir
total biaya
dapat
dikombinasikan
dengan total
return scores atau
consistent return
scores untuk
memilih Reksa
Dana yang
memiliki kinerja di
atas rata-rata dan
biaya lebih
rendah.

Pemodal

Lebih tepat buat
pemodal yang
menginginkan
return terbaik
tanpa
memperhatikan
risiko.
Score ini tidak
tepat bagi
pemodal yang
ingin menghindari
kerugian.
Bagi pemodal
yang menghindari
risiko, Total
Return Scores
dapat
dikombinasikan
dengan PS
dan/atau CRS
untuk
menentukan
keputusan risk-
return tradeoff

Lebih tepat buat
pemodal yang
menilai
konsistensi return
Reksa Dana dari
tahun ke tahun.
Lipper leader
untuk Consistent
Return Score
(CRS) dalam
Reksa Dana yang
tidak stabil,
mungkin tidak
tepat bagi
pemodal yang
betujuan jangka
pendek atau
memilih risiko
rendah

35

Score dihitung
untuk semua
klasifikasi Lipper
global dengan
lima atau lebih
portfolio yang
berbeda
Meliputi Reksa
Dana ekuitas,
campuran
maupun obligasi.

Penghitungan

Preservation
models adalah
jumlah total dari
return negatif
bulanan
sepanjang
periode tiga, lima
dan sepuluh
tahun atau
n
∑ Min [0, τt]
r=1
τt adalah return
pada bulan t

36

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1.

Perkembangan jumlah dan nilai aktiva bersih Reksa Dana terus

mengalami peningkatan yang cukup pesat. Diawali pada tahun

1996 Reksa Dana berjumlah 25 dengan nilai aktiva bersih sebesar

Rp 2,8 triliun dan mencapai puncaknya pada bulan Februari 2005

yaitu sebesar Rp 113,7 triliun. Namun kemudian sempat mengalami

penurunan sehingga pada akhir tahun 2005 tinggal sekitar Rp 29,41

triliun. Kinerja Reksa Dana kemudian membaik lagi, pada akhir

bulan September 2006 total NAB menggeliat menjadi sekitar Rp

39,95 triliun dengan jumlah Reksa Dana 370 .

2.

Pertumbuhan Reksa Dana, salah satu diantaranya didukung oleh

aktifitas pemeringkatan terhadap Reksa Dana seperti yang telah

dilakukan oleh lembaga rating independen seperti Fitch Ratings,

Standard and Poors, Morningstar, Lipper dan sebagainya.

3.

Pemeringkatan terhadap Reksa Dana dapat memberikan gambaran

bagaimana kinerja Reksa Dana dari sisi rate of return dan resiko-

resiko yang terkandung didalamnya, sehingga dapat menjadi

panduan

investasinya.

bagi

pemodal

sebelum

mengambil

keputusan

63

4.

Fitch Ratings sebagai salah satu lembaga pemeringkat berskala

internasional, melakukan peringkat Reksa Dana dalam jenis Bond

Funds, Money Market Funds, Local Government Investment Pools,

Closed End Funds, dan Tradable Credit Baskets. Dalam Fund

Ratings di atas setidaknya terdapat 2 (dua) kunci utama yang

dijadikan patokan dalam memeringkat Reksa Dana, yaitu: Rating

Risiko Kredit (Credit Risk Ratings), dilakukan dengan mengukur

secara keseluruhan kualitas kredit yang ada dalam portfolio Reksa

Dana., dan Rating Volatilitas (Volatility Ratings), dilakukan dengan

mengukur sensitivitas harga efek Reksa Dana terhadap perubahan

kondisi pasar. Untuk lebih mengukuhkan hasil pemeringkatan Fitch

Ratings juga memperhatihan faktor-faktor risiko, semisal risiko

tingkat suku bunga, pembayaran, kurs mata uang, leverage,

Derivative dan Hedging dan lain sebagainya

5.

Berbeda dengan Fitch, sistem pemeringkatan yang dilakukan oleh

Morningstar Inc. dinamakan 5-star rating system. Morningstar Inc.

terlebih dahulu mengklasifikasikan Reksa Dana ke dalam 4

kategori, yaitu: Domestic Equity, Foreign Equity, Municipal Bond,

dan Taxable Bond, yang dalam perkembangannya meluas hingga

menjadi 48 jenis. Pemeringkatan investasi dihitung berdasarkan

imbal hasil yang telah disesuaikan dengan tingkat resiko masing-

masing Reksa Dana (risk adjusted return).

6.

Dari hasil penyebaran kuesioner dapat disimpulkan bahwa

pemeringkatan Reksa Dana merupakan suatu kebutuhan untuk

segera dilakukan (73,9% responden individu, 50% responden

institusi). Kebutuhan akan lembaga pemeringkat tersebut dapat

64

dilakukan dengan memberdayakan lembaga pemeringkat yang

telah ada, tentunya dengan lebih memperhatikan beberapa faktor

antara lain: kemampuan sumber daya manusia, independensi,

transparansi, proses pemeringkatan dan hasil peringkat yang

informatif.

7.

Pemeringkatan terhadap Reksa Dana akan memberi manfaat untuk

banyak pihak antara lain dengan adanya peringkat Reksa Dana

akan

pengelolaan Reksa Dana sekaligus menjadi ajang promosi yang

dapat meningkatkan volume penjualan produk Reksa Dana. Hal ini

dapat meningkatkan kepercayaan pemodal terhadap industri Reksa

Dana.

memacu

kinerja

Manajer

Investasi

dalam

melakukan

65

B.

SARAN

1.

Pemeringkatan terhadap Reksa Dana perlu untuk segera dilakukan

dengan pertimbangan antara lain :

a.

membantu

pemodal

menentukan

pilihan

dalam

b.

Untuk

berinvestasi pada Reksa Dana mengingat informasi tentang

produk Reksa Dana belum secara baik dan lengkap tersedia

bagi investor,

Reksa Dana masih mempunyai potensi yang sangat besar untuk

dikembangkan mengingat bahwa masih banyak pihak yang

berminat untuk melakukan investasi pada Reksa Dana.

2.

Perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada semua pihak yang

terkait sebelum mewajibkan dilakukan pemeringkatan terhadap Reksa

Dana

3.

Mempertimbangkan bahwa kegiatan pemeringkatan Reksa Dana

memerlukan perangkat hukum yang memadai maka dipandang perlu

untuk segera melakukan penyempurnaan terhadap peraturan yang

terkait dengan perizinan perusahaan pemeringkat efek.

4.

Dikaitkan dengan ketentuan Pasar Modal perlu adanya Pemisahan

antara

(termasuk Reksa Dana didalamnya). Artinya Perusahaan Pemeringkat

Efek bukan bagian dari Penasihat Investasi, karena kesan yang muncul

saat ini tumpang tindih. Penasihat investasi seharusnya berfungsi

memberikan nasihat atas investasi nasabah, bukan termasuk yang

melakukan pemeringkatan.

Penasihat Investasi

dan Perusahaan Pemeringkat Efek

66

5.

Perusahaan pemeringkat efek juga perlu memperhatikan kemampuan

sumber daya manusianya, independensi, transparansi dan standarisasi

metodologi pemeringkatan yang dipergunakan serta hasil rating yang

informatif.

6.

Biaya atas pemeringkatan Reksa Dana diharapkan tidak membebani

investor. Hal ini maksudkan untuk tidak mengurangi return yang akan

diperoleh investor dan daya saing Reksa Dana tidak menurun karena

adanya biaya tersebut.

Posted in Akuntansi, ilmu Ekonomi, Manajemen | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Pengantar Manajemen (rangkuman)

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada Oktober 2, 2010

Manajemen
Pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif melalui planning, organizing, leading (actuating), dan controlling sumber daya organisasi.

Fungsi Manajemen :
1. Perencanaan
• Menentukan tujuan-tujuan, menentukan tugas, menentukan sumber daya
2. Pengorganisasian
• Menentukan dan mengelompokkan tugas-tugas, alokasi sumber daya, penentuan otoritas
3. Kepemimpinan
• Pengaruh → Motivasi
4. Pengendalian
• Mengawasi aktivitas, koreksi, mengawasi target dan tujuan

Proses Manajemen
• Input (sumber daya)
– Man, materials, money, machine, method, information
• Proses
– Perencanaan : menilik tujuan dan cara pencapaian
– Pengorganisasian : pemenuhan tanggung jawab untuk pencapain tujuan
– Kepemimpinan : menggunakan pengaruh untuk memotivasi bawahan
– Pengendalian : mengawasi kegiatan dan melaksanakan koreksi
• Output (kinerja)
– Mencapai tujuan, produk, jasa, efisiensi, efektivitas

Kinerja
Kemampuan organisasi untuk mempertahankan tujuannya dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
Organisasi
Kesatuan sosial yang dirahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan penuh pertimbangan. Entitas sosial merupakan dua orang atau lebih, diarahkan dengan tujuan (dirancacng untuk mencapai output tertentu).

Efektivitas → melakukan pekerjaan dengan benar
Sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan

Efisiensi → melakukan pekerjaan dengan benar atau sesuai standar
Jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan

Jenis-jenis Manajer, berdasarkan :
1. Perbedaan vertikal atau hirarki
a. Top Manager
Seorang manajer yang berada pada puncak hirarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Contoh : Dirut, Presiden Direktur, CEO.
b. Middle Manager
Manajer yang bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab atas unit usaha dan departemen utama,. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.
Project Manager
Manajer yang bertanggung jawab untuk pekerjaan sementara yang melibatkan partisipasi orang yang datang dari berbagai fungsi yang dan tingkatan organisasi
c. First Line Manager atau Lower Manager
Seorang manajer yang secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa. Contoh : Supervisor
2. Perbedaan Horizontal (luas ruang lingkup tugas)
a. General Manager
Manajer yang bertanggung jawab terhadap beberapa departemen yang menjalankan fungsi yang berbeda atau manajer yang bertanggung jawab untuk divisi yang berdiri sendiri (mandiri).
b. Functional Manager
Manajer yang bertanggung jawab atas departemen yang menjalankan tugas fungsional tunggal serta memiliki karyawan dengan pelatihan dan keahlian yang serupa. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.

Keahlian atau Keterampilan Manajer
1. Conceptual Skill
Kemampuan kognitif (pengalaman, integensia) untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan keetrkaitan diantara bagian-bagiannya. Berarti kemapuan untuk berfikir strategis (mengambil pandangan yang luas dan bersifat jangka panjang).
2. Human Skill
Kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain
3. Technical Skill
Pemahaman dan kefasihan dalam melakukan tugas tertentu, mencakup penguasaan metode, teknik dan peralatan yang digunakan.

Peran Manajer

Peran : sekumpulan harapan atas perilaku manajer

Tiga Kategori Peran Manajer
1. Peran Informasi Manajer
Menjelaskan kegiatan untuk mempertahankan dan mengembangkan jaringan informasi

Kategori Peran Aktivitas

Informasi
a. Pengawasan
– Mencari dan menerima informasi
– Melihat singkat laporan
b. Penyebar luas
– Meneruskan informasi kepada anggota organisasi
c. Juru bicara
– Menyampaikan informasi kepada pihak luar

2. Peran Antar Pribadi

Kategori Peran Aktivitas

Antar Pribadi
a. Sebagai figur
– Kegiatan ceremonial
b. Pemimpin
– Mengarahkan dan memberikan motovasi kepada bawahan. Seperti : melatih,, membimbing dan berkomunikasi
c. Sebagai penghubung
– Menjaga saluran komunikasi, baik di dalam atau di luar organisasi

3. Peran Pengambilan Keputusan : menentukan pilihan dan mengambil tindakan

Kategori Peran Aktivitas

Pengambilan Keputusan
a. Wirausahawan
– Mewakili proyek perbaikan
– Mengidentifikasi ide
b. Penyelesai masalah
– Mengambil tindakan korektif selama terjadi krisis
– Menyelesaikan konflik antar bawahan
– Beradaptasi dengan lingkungan
c. Pembagi sumber daya
– Memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya
– Menentukan jadwal dan anggaran
– Menetapkan prioritas
d. Negosiator
– Mewakili departemen selama negosiasi, koontrak kerja, penjualan, pembelian dan anggaran.

Manajer dan Lingkungan Kerja Baru

Karakteristik lingkungan kerja baru :
Terpusat pada informasi dan ide daripada mesin dan aktivitas fisik.

Transisi Menuju Lingkungan Kerja Baru
1. Karakteristik Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Sumber daya Aktivitas fisik Informasi
b. Pekerjaan Terstruktur Fleksibel
Terlokalisasi Maya
c. Pekerja Saling ketergantungan Diberdayakan

2. Kekuatan Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Teknologi Mekanis Digital, e-business
b. Pasar Domestik Global
c. Tenaga kerja Homogen Heterogen
d. Nilai yang dianut Stabilitas, efisiensi Perubahan, kecepatan
e. Peristiwa Tenang, dapat diprediksi Berubah-ubah

3. Kompetensi MGT Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Kepemimpinan Otoriter Tersebar
b. Fokus Laba Pelanggan, karyawan
c. Melakukan pekerjaan Individual Kerjasama (tim)
d. Hubungan Konflik, kompleks Kolaborasi
e. Design kerja Kinerja efisien Eksperimen

Lingkungan dan Budaya Organisasi

Lingkungan organisasi : Seluruh elemen atau unsur di luar batas organisasi yang memiliki potensi untuk mempengaruhi organisasi.

Lingkungan Organisasi :
1. Lingkungan eksternal, mempunyai dua lapisan
a. Lingkungan tugas :
– Pelanggan : Orang atau organisasi di dalam lingkungan yang membeli barang atau jasa dari organisasi.
– Pesaing : Orang lain dalam industri atau jenis usaha yang sama yang menyediakan barang atau jasa yang sama.
– Pemasok : Orang atau organisasi yang menyediakan bahan baku kepada pihak lain yang menggunakannya untuk menghasilkan suatu produk.
– Pasar Tenaga Kerja : Orang-orang dalam lingkungan dapat diterima bekerja untuk organisasi.
b. Lingkungan Umum :
– Internasional : Bagian dari lingkungan eksternal, merupakan peristiwa yang bersal dari negara lain dan peluang bagi perusahaan domestik.
– Teknologi : Kemajuan ilmiah dan teknologi dalam industri tertentu, serta masyarakat secara luas.
– Sosial Budaya : Karakteristik demografi, norma, kebiasaan dan nilai-nilai masyarakat dimana organisasi beroperasi didalamnya.
– Ekonomi : ”kesehatan” ekonomi secara umum dari suatu negara atau wilayah tempat sebuah organisasi beroperasi.
– Politik dan Hukum
2. Lingkungan internal
– Karyawan
– Manajemen
– Budaya

Hubungan Organisasi dan Lingkungan

Ketidakpastian → Respons → Rancangan
↓ ↓
Aliansi Adaptasi Strategi
1. Peranan lintas batas
2. Kemitraan antar organisasi
3. Joint venture

Lingkungan eksternal merupakan tempat bekerjanya manajer, yang mencakup :
1. Budaya perusahaan
2. Teknologi produksi
3. Struktur organisasi
4. Fasilitas fisik

Budaya : nilai kunci, keyakinan, pemahaman dan norma

Nilai – nilai dasar yang menjadi karakteristik budaya organisasi dimanifestasikan oleh :
Simbol, cerita, pahlawan, slogan, upacara

Jenis – jenis budaya :
1. Budaya Kemampuan Beradaptasi
Budaya yang muncul dalam sebuah lingkungan yang menuntut respon yang cepat dan pengambilan keputusan tinggi. Manajer mendorong nilai – nilai yang mendukung kemampuan perusahaan untuk mendeteksi, menginterpretasi dan mengartikulasi dengan cepat sinyal – sinyal dari lingkungan sehingga menjadi respon dan perilaku yang baru. Manajer mendorong dan menghargai kreativitas, eksperimen dan pengambilan keputusan resiko. Contoh : perusahaan elektronik, perusahaan kosmetik
2. Budaya Pencapaian
Oraganisasi yang berbudaya pencapaian sangat memperhatikan pelayanan kepada pelanggan tertentu dalam lingkungan eksternal. Budaya pencapaian berorientasi pada hasil yang menghargai daya saing agresivitas, inisiatif pribadi dan kesediaan untuk bekerja lama dan keras dalam mencapai hasil. Contoh : perusahaan software
3. Budaya Clan
Mempunyai fokus internal pada keterlibatan dan partisipasi karyawan untuk memenuhi perubahan kebutuhan dari lingkungan. Manajer menekankan nilai – nilai seperti kerjasama, mempertimbangkan baik karyawan maupun keluarga dan menghindari perbedaan status.
4. Budaya Birokratis
Memliki fokus internal dan orientasi, konsisten terhadap lingkungan yang stabil. Budaya ini mengikuti aturan dan menggunakan uang secara bijak sangat dihargai, serta budaya yang mendukung dan menghargai cara bekerja sesuai dengan metode rasional dan teratur.

Kebutuhan Lingkungan
Fleksibilitas Stabilitas
Eksternal Budaya kemampuan beradaptasi Budaya pencapaian
Internal Budaya clan Budaya birokrasi
Fokus Strategi

Budaya perusahaan sebagai mekanisme terpenting untuk menarik perhatian, memotivasi dan menarik karyawan yang berbakat. Yang dianggap sebagai alat prediksi terhadapp keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Manajer menempatkan penekanan yang besar dalam seleksi dan sosialisasi sehingga cocok dengan nilai – nilai budaya organisasi, selain itu para pemimpin memperkuat atau merubah budaya perusahaan dengan cara :
1. Mengkomunikasikan visi
2. Menekankan visi melalui kegiatan sehari hari, prosedur kerja dan sistem penghargaan.

Perencanaan

Tujuan (goals, objectives) → Rencana (plan/blueprint) → Perencanaan (planning)

Kriteria tujuan yang efektif :
1. Spesifik dan terujur
2. Menyentuh area penting
3. Menantang dan realistis
4. Jangka waktu jelas
5. Dikaitkan dengan kompetensi

Jenis – jenis Perencanaan
1. MBO “Manajer dan Karyawan)
“teori X vs teori Y”

Empat kategori MBO :
a. Menetapkan tujuan
b. Mengembangkan rencana pelaksanaan
c. Menjalankan rencana yang ingin dipakai
d. Penghargaan atas kinerja

Manfaat MBO :
a. Karyawan termotivasi
b. Tujuan departemen dan individu disesuaikan dengan tujuan perusahaan

Kelemahan :
a. Apabila hubungan manajer dan karyawan buruk akan mengurangi efektivitas MBO
b. Administrasi yang terlalu banyak
2. Rencana Sekali Pakai
Rencana yang dipakai untuk sekali tujuan dan tidak diulangi dimasa depan

Program → proyek → anggaran

Rencana untuk beragam kegunaan
Rencana yang sedang dijalankan digunakan untuk memberi bimbingan bagi tugas – tugas yang dilakukan berulang kali dalam organisasi

Kebijakan → prosedur → peraturan
3. Perencanaan Berkesinambungan
Yaitu rencana yang menunjukkn tanggapan perusahaan terhadap situasi tertentu, seperti : keadaan darurat atau kondisi yang tidak diharapkan

Penggunaan Strategi dan Implementasi Strategi
Manajemen Strategi
Kumpulan keputusan dan tindakan yang digunakan dalam penyusunan strategi dan implementasi strategi yang akan menghasilkan kesesuaian superior yang kompetitif antara organisasi dan lingkungannya.

Strategi
Rencana tindakan yang menggambarkan alokasi sumber daya dan kegiatan lainnya untuk menghadapi dan membantu organisasi dalam meraih tujuannya.

Tiga Tingkatan Strategi :
1. Corporate Level Strategy
Tingkatan strategi yang berhubungan dengan pertanyaan ”bisnis apa yang akan dijalankan?”. Berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan dan kombinasi antara unit bisnis dan rangkaian produk yang membentuk kesatuan organisasi.
2. Business Level Strategy
Strategi yang berhubungan dengan pertanyaan ”bagaimana kita bersaing?”. berkaitan dengan tiap unit bisnis atau rangkaian produk dalam organisasi.
3. Functional Level Strategy
Menjawab pertanyaan ”bagaimana kita mendukung strategi di tingkat bisnis?”. berkaitan dengan seluruh departemen.

Penyusunan Strategi
S = Strenght
Karakteristik internal positif yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan kinerja strategi.

W = Weakness
Karakteristik internal yang manghambat kinerja organisasi.

O = Opportunity
Karakteristik lingkungan eksternal yang memliki potensi untuk membantu organisasi mencapai tujuan.

T = Threat
Karakteristik dari lingkungan eksternal yang menhambat organisasi untuk mencapai tujuan.

Strategi Portofolio
Jenis strategi di tingkat perusahaan yang berkaitan dengan kombinasi unit bisnis dan rangkaian produk yang cocok satu sama lain secara logis untuk menghasilkan sinergi dan keuntungan kompetitif bagi perusahaan.

BCG (Boston Consulting Group)
Suatu matriks yang mengevaluasi unit bisnis strategi dikaitkan dengan dimensi tingkat pertumbuhan usaha dan pangsa pasar.

Tingkat pertumbuhan usaha Market Share
Star ?
Cash flow Dog
1. Cash Flow
– Market share tinggi
– Tingkat pertumbuhan pasar tinggi
– Arus kas positif
– Promosi tidak perlu
2. Star
– Market share tinggi
– Tingkat pertumbuhan pasar tinggi
– Arus kas positif
– Tingkat pertumbuhan usaha lambat
3. Question Mark
– Market share rendah
– Tingkat pertumbuhan usaha tinggi
– Arus kas negatif
4. Dog
– Marke share rendah
– Tingkat pertumbuhan pasar rendah
– Manajer pasif

Sinergi
Kondisi yang timbul ketika bagian dari organisasi melakukan interaksi untuk memproduksi efek bersama yang lebih besar daripada keseluruhan bagian jika bertindak sendiri-sendiri.

Lima Kekuatan Persaingan
1. Masuknya ”pemain baru”
2. Bargaining power from customer
3. Bargaining power from supplier
4. Ancaman produk substitusi
5. Persaingan diantara pesaing

Tiga kekuatan strategi
1. Cost leadership : biaya produksi rendah, sehingga harga jual kompetitif
2. Diferensiasi : produk berbeda dari pesaing
3. Fokus : fokus pada maket tertentu

Pembuatan Keputusan

Pembuatan keputusan
Mengidentifikasi dan memilih serangkaian tindakan untuk menghadapi masalah tertentu atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan.

Waktu dan Hubungan Manusia dalam Pembuatan Keputusan
• Waktu
Pembuatanan keputusan dipengaruhi oleh prestasi masa lampau, keadaan masa kini dan harapan masa depan.
• Hubungan manusia
Pembuatan keputusan manajer juga dipengaruhi oleh keputusan orang lain yang mungkin dapat bertentangan atau berinteraksi dengan kepuusan mereka.

Masalah dan Peluang
1. Masalah : situasi yang terjadi jika keadaan aktual tidak sesuai dengan keadaan yang diinginkan.
Proses identifikasi masalah :
a. Deviasi dari pengalaman masa lampau
b. Deviasi dari rencana yang ditetapkan berarti proyeksi manajer tidak terpenuhi
c. Komplain dari orang lain (karyawan, konsumen, dsb)
d. Prestasi pesaing
2. Peluang : situasi yang terjadi ketika keadaan menawarkan peluan pada organisasi untuk melampaui sasaran yang telah direncanakan

Keputusan untuk Memutuskan
• Nilai ambang
Manajer meliha masalah tergantung pada nilai ambang untuk pengakuan adanya masalah, dipengaruhi oleh :
– Pemahaman atas sasaran, rencana dan standar prestasi yang dapat diterima
– Nilai-nilai
– Latar belakang dan keahlian manajer
• Mementukan prioritas
Tidak semua masalah dapat diselesaikan oleh manajer, oleh karena itu diperlukan prioritas.

Sifat Keputusan Manajerial
1. Keputusan Terprogram
• Penyelesaian masalah rutin yang dapat ditangani dengan kebijakan, prosedu dan peraturan tertulis atau tidak tertulis.
• Untuk menangani masalah yang terjadi berulang dan komponen elemennya dapat ditentukan, diramalkan dan dianalisis.
2. Keputusan Tidak Terprogram
Penyelesaian spesifik yang diciptakan lewat proses tidak terstrukur unuk menangani masalah non rutin

Kondisi Pembuatan Keputusan
1. Kepastian
Kondisi PK saat seorang manajer mempunyai informasi yang akurat, dapat diukur dan dapat diandalkan tentang hasi dari berbagai alternatif yang sedang dipertimbangkan.
2. Resiko
Kondisi PK dimana manajer mengetahui probabilitas suatu alternatif tertentu akan mengarah pada sasaran atau hasil yang diinginkan.
3. Ketidakpastian
Kondisi PK ketika manajer menghadapi kondisi eksternal yang tidak dapat diramalkan atau kekurangan informasi untuk menetapkan probabilitas hasil.

Model Rasional Pembuatan Keputusan
Tahap 1 : Pengamatan situasi
• Definisi masalah
• Diagnosis penyebab
• Tentukan tujuan
Tahap 2 : Pengembangan alternatif
• Tentukan alternatif secara kreatif
• Jangan lakukan evaluasi terlebih dahulu
Tahap 3 : Evaluasi alternatif dan pilih alternatif yang terbaik
• Evaluasi alternatif
• Pilih alternatif terbaik
Tahap 4 : Implementasi keputusan dan monitor hasil
• Susun rencana implementasi
• Lakukan implementasi
• Monitor implementasi serta but penyesuaian yang diperlukan
Model Rasional dalam Perspektif
1. Rasionalitas terbatas dan memadai (Helbert Simon)
Rasionalitas Terbatas : Merupakan konsep bahwa manajer mengambil keputusan paling logis dengan kendala berupa keterbatasan informasi dan kemampuan.
Memadai : Teknik PK dimana manajer menerima keputusan memuaskan yang mereka temukan pertama.
2. Heuristic (Tversky dan Kehneman)
Teknik PK yang dilakukan sesuai lini empiris dan dengan pedoman umum.

PK adaptif
• Game theory : Penelitian mengenal manusia yang membua berbagai pilihan independen.
• Chaos theory : Studi mengenai pola dinamik dalam sistem sosial yang besar.

* Ringkasan / rangkuman pelajaran pengantar manajemen disertai banyak arti definisi / pengertian istilah pengantar manajemen dasar.

Posted in Manajemen | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.