ilmu pengetahuan mengenai ekonomi

bukan sekedar pengetahuan

Archive for November, 2010

Pengertian Anggaran Belanja

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada November 17, 2010

Anggaran belanja atau bujet umumnya merujuk pada daftar rencana seluruh biaya dan pendapatan. Anggaran belanja merupakan konsep penting dalam ekonomi mikro, yang menggunakan garis anggaran untuk mengilustrasikan penjualan antara 2 barang atau lebih. Dengan kata lain, anggaran belanja merupakan rencana organisasi yang dinyatakan dalam istilah moneter.

Terdapat berbagai jenis anggaran belanja, yakni anggaran belanja penjualan, anggaran belanja produksi, anggaran belanja tunai, anggaran belanja pemasaran, anggaran belanja proyek, anggaran belanja pendapatan, dan anggaran belanja ekspeditur.

Tujuan anggaran adalah:

  • Menyediakan perkiraan pendapatan dan ekspeditur, yakni membangun model bagaimana bisnis dapat berjalan secara finansial jika menjalankan strategi, peristiwa, dan rencana tertentu.
  • Memungkinkan operasi keuangan bisnis yang sebenarnya untuk diukur terhadap perkiraan.

Posted in ilmu Ekonomi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

contoh judul skripsi dan tesis pendidikan

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada November 16, 2010

Berhubung Sebentar Lagi Musim Skripsi, Saya Sudah menrencanakan Pembuatan Judul Sekrip Sesuai dengan Bidang Saya yaitu Skripsi Dunia Pendidikan. Ternyata Sulit Mencari Contoh Judul Skripsi Yang Kita Cari. Hanya Menemukan Judulnya saja :
Kumpulan Contoh Judul Skripsi dan Tesis Pendidikan

Analisa Swot Dalam Rangka Meningkatkan Kuantitas Dan Kualitas Mahasiswa Fkip Usd Yogyakarta –

Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Dengan Membuka Program Studi Baru Di Stpmd Apmd Yogyakarta –

Kesiapan Smun Sumberejo Bojonegoro Dalam Meningkatkan Mutu Kelulusan Program Kelulusan Program Ipb, Ipa, Sips –

Analisis Kesiapan Ikip Pgri Tuban Dalam Meningkatkan Jumlah Lulusan –

Analisis Upaya Pemasaran ”Sti Syariah” Yogyakarta Dalam Rangka Peningkatan Jumlah Mahasiswa Baru Tahun 2001 –

Upaya Optimalisasi Fungsi-Fungsi Baku Guna Meningkatkan Kualitas Lulusan Sd Kaliurang I –

Mengoptimalkan Jumlah Sltp Terbuka Di Jatim (Sebuah Tinjauan Tentang Proyek Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Th)

Evaluasi Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Th Di Depdikbud Kab. Pacitan –

Pengetahuan Dasar, Kemampuan Kebahasaan Dan Kompentensi Membaca Dan Menulis Bahasa Arab Pada Siswa Mtsn Salatiga –

Manajemen Pendidikan Kooperatif Model Jigsaw Di Smp Full Day School –

Implementasi Sistem Manajemen Mutu Iso 9001:2000 Pada Unit Pendidikan Sekolah Akademi Teknik Mesin Industri (Atmi) Surakarta – –

Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Belajar Siswa Di Sman I Yogyakarta –

Pelayanan Yang Berorientasi Pelanggan Di Sma Kota Pekanbatu –

Upaya Peningkatan Kompetensi Menulis Wacana Eksposisi Dan Argumentasi Siswa Kelas Ii Sltpn I Pleret Dengan Metode Pembelajaran Kontekstual –

Evaluasi Program Kelompok Berlatih Olahraga (Kbo) Di Skb Aceh Besar Nad –

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Siswa Kelas Ii Smkm Bidang Keahlian Bisnis Manajemen Kota Yk –

Pluralisme Agama, Pasca Modernisme Dan Pendidikan Agama Di Indonesia (Telaah Buku Teks Pendidikan Agama Islam Smu) –

Pendidikan Nilai-Nilai Agama Islam Dalam Keluarga Ibu Bekerja Di Kota Samarinda –

Sistem Pendidikan Nilai Agama Dalam Proses Pembelajaran Di Madrasah Aliyah Wakhid Hasyim Gaten Sleman Yk (Tinjauan Tentang Guru Dalam Interaksi Edukatif)

Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum (Tinjauan Kasus Pgsd Ikip Negeri Gorongtalo) –

Persepsi Suku Bajali Terhadap Pendidikan Dan Tata Nilai Dalam Perubahan Sosial Budaya Di Desa Rampa Kab. Kotabaru Kalsel –

Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Buku Teks Bidang Studi Ips Dan Dampaknya Terhadap Siswa Sltpn Di Samarinda –

Nasionalisme Dalam Pembelajaran Ips Sejarah Di Smu 8 Yogyakarta –

Pembelajaran Sejarah Dan Pengembangan Nilai Nasionalisme Siswa Smun I PelaihariKab. Tanah Laut Kalsel –

Penginkatan Kualitas Pembelajaran Ips Dengan Model Kooperatif Di Sltpn I Alas Sumbawa Nutt –

Kemampuan Memahami Unsur Serapan Bahasa Asing Siswa Kelas Ii Smun Di Kab. Kulon Progo Diy –

Evaluasi Pelaksanaan Program Karang Taruna Dalam Pembinaan Remaja Di Kab. Badung Bali –

Prestasi Belajar Siswa Dalam Bidang Studi Ips Di Madrasah Tsanawiyah Se-Kabupaten Brebes Prpo. Jateng –

Faktor-Faktor Determinan Kompetensi Akuntansi Siswa Pendidikan Kursus Akuntansi Di Diy –

Perilaku Kewiraswastaan Siswa Pada Sltp/Mts Di Kota Banjarbaru –

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Kud Tuntung Padang Di Barito Kuala –

Kemampuan Siswa Memahami Konsep-Konsep Ekonomi Di Smun Kota Banda Aceh –

Nilai-Nilai Upacara Baayun Anak Di Desa Banua Halat Kab. Tapin Kalsel –

Perilaku Wanita Dalam Cerita Rakyat Di Lombok –

Diversifikasi Mata Pencaharian Rumah Tangga Dan Sumbangannya Terhadap Pendapatan Di Banuhampu Sei Puar Kab. Agam Sumbar –

Kualitas Pelayanan Pendidikan Dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pada Fp-Ips Ikip Negeri Singaraja Bali –

Evaluasi Pelaksanaan Program Sltp Terbuka Di Kab. Hulu Utara –

Sikap Demokratis Siswa Smu Di Yogyakarta –

Penanaman Nilai Estettik : Pendidikan Seni Rupa Sd Simpang Baru Dan Karang Bukong Kotamadya Semarang –

Perbedaan Ketrampilan Berbahasa Indonesia Produktif Diantara Guru-Guru Sd Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan –

Koordinasi Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun Di Jabar (Sk : Dati Ii Kab. Bandung Tentang Koordinasi Antar Instansi Terkait)

Evaluasi Iklim Akademik Di Smu Muhammadiyah Gombong Kab. Kebumen –

Keefektifan Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika Dan Sejarah Tingkat Smu Di Kab. Tegal –

Peningkatan Keefektifan Pembelajaran Menulis Di Kelas Ii Sdn Ngaglik Sardonoharjo Dengan Menggunakan Pendekatan Proses Dan Media Gambar –

Kemampuan Guru Sltpn Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Di Kab. Tapin Kalsel –

Akulturasi Untuk Kebudayaan Siswa Sltpn Ii Banjarmasin Kec. Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin Kalsel –

Analisa Kebutuhan Pendidikan Dan Pelatihan Bagi Pembantu Rumah Tangga (Prt) (Sk : Di Kelurahan Baciro Yk) –

Evaluasi Sistem Seleksi Masuk Iain Suka Yogyakarta –

Penggunaan Buku Paket Stm Jurusan Bangunan Program Studi Bangunan Gedung –

Partisipasi Dunia Industri Dalam Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (Psg) Untuk Siswa Smk Kelompok Pariwisata Di Diy –

Budaya Sekolah Di Sltpn I Banjarmasin Kec. Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin –

Kesiapan Kerja Siswa Smkn I Marahaban Kab. Barito Kuala –

Efektivitas Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (Mgmp) Matematika Tingkat Sltp Di Kab. Barito Kuala –

Efektivitas Diklat Struktural Adum Di Era Otonomi Daerah Dinas Pendidikan Prop. Kalsel –

Persepsi Efektivitas Diklat Guru Dalam Meningkatkan Kompetensi Mengajar Ipa Biologi Sltpn Di Kota Banjarmasin –

Sikap Kewirausahaan Siswa Bidang Keahlian Tata Busana Di Smkn 6 Yk –

Pola Menu Makanan Keluarga (Studi Di Daerah Pedesaan Penerima Dana Idt Kab. Dati Ii Gunung Kidul) –

Nilai Kerja Karyawan Antara Lulusan Stm Dan Sma Pada Industri Susu Di Yogyakarta

Kinerja Karyawan Pada Unit Pelaksana Teknis Kebudayaan Daerah Kalsel –

Tingkat Aspirasi Pendidikan Suku Bajo Dan Faktor-Faktor Determinannya (Sk : Masyarakat Suku Bajo Di Kab. Buton Sultra) –

Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Pada Lembaga Pendidikan Primagama Di Diy –

Efektivitas Penyelenggaraan Ebta Sltpn Di Kota Banjarmasin –

Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Di Smun I Tenggarong –

Optimalisasi Fungsi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menyongsong Manajemen Berbasis Sekolah Di Kota Banjarmasin (Sk : Sltpn 6 Dan Sltp Sabilal Muhtadin Banjarmasin) –

Manajemen Pembelajaran Kerajinan Tangan Dan Kesenian Melalui Penelitian Tindakan Kelas Di Sltpn 2 Sungai Tabuk Kab. Banjar –

Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun Di Kab. Dati Ii Ende (Sk : Kab. Dati Ii Ende) –

Studi Banding Impelementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda Antara Smkn Dan Smk Swasta –

Pengaruh Aksesbilitas Dan Sosial Ekonomi Terhadap Transisi Pendidikan Sd – Sltp Di Kec. Ngarsoyoso Dan Persebaran Gedung Sltp Di Kab. Karanganyar –

Analisa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Dosen Pada ”Iak” DepkesriProp Jateng –

Pengaruh Aktivitas Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kepuasan Kerja Guru Di Sltpn Kab. Banjar Kalsel –

The Life And Death Of The Female Character In The First Three Of Pramoedya Ananta Toer’s Buru Tetralogy : This Earth Of Mankind, Child Of All Nation, And Foot Steps

Program Latihan Kebugaran Jalan Kaki Dan Aerobic Dance Untuk Meningkatkan Kebugaran Kelompok Manula –

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Kepala Sekolah Sltp Di Samarinda –

Peran Kepala Sekolah Dalam Manajemen Pembelajaran Di Sd Syuhada Yogya –

Pengaruh Aktivitas Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kepuasan Kerja Guru Di Sltpn Kab. Banjar Kalsel

Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Supervisi Dan Partisipasi Komite Sekolah Kinerja Sekolah –

Pengaruh Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Persepsi Guru, Motivasi Berprestasi Dan Kompensasi Terhadap Kedisiplinan Guru Sd (Sk : Di Kec. Sleman Kab. Sleman Diy) –

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Etos Kerja Guru Menurut Persepsi Guru Sltpn Kab. Gunung Kidul –

Pengaruh Pengalaman Guru, Motivasi Guru Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Sd Di Tenggarong Kab. Kutai Kertanegara Kaltim –

Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Gaya Kepemimpinan Serta Pelatihan Dan Pengembangan Ketenagakerjaan Terhadap Produktivitas Kerja Pengelolaan Pkbm –

Kompetensi Guru Ips Sltp Dalam Pembelajaran Di Kab. Banjar –

Kreativitas Guru Dalam Proses Pembelajaran Ppkn Sltpn Di Kota Samarinda

Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga, Sekolah Dan Masyarakat Terhadap Pengalaman Nilai-Nilai Islami Bagi Siswa Mtsn Model Samarindaa –

Hubungan Karakteristik Dosen Dengan Kepuasan Mahasiswa Dalam Proses Belajar Mengajar Di Akper Pemerintah Kab. Sumedang Th 2002 –

Analisis Ekspektasi Dan Persepsi Mahasiswa Terhadap Mutu Pendidikan Di Akademi Farmasi Depkes Kupang –

Persepsi Guru Terhadap Kualitas Penyuluhan Kesehatan Oleh Petugas Puskesma Bagi Murid Sd Di Kec Depok Sleman Diy –

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Guru-Guru Di Sltpn Kab. Sragen –

Peningkatan Kualitas Pendidikan Di Sdn Melalui Optimalisasi Kinerja Fungsi-Fungsi Baku Di Kab. Rembang –

Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di Smun 5 Yogyakarta –

Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di Smkn 2 Wonosari –

Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Sdn Rondo Kuning Ii Kec. Kraksaan Kab. Probolinggo –

Upaya Meningkatan Mutu Pendidikan Di Smk Murni 5 Surakarta –

Kesiapan Atk Dalam Meningkatkan Jumlah Lulusan Ahli Madya Jurusan Teknologi Pengolahan Kulit –

Strategi Program Sd Dalam Rangka Peningkatan Sdn Baleharjo Ii Kec. Pacitan Kab. Dati Ii Pacitan –

Upaya Meningkatkan Tipe B Ke Tipe A Dengan Penambahan Daya Tampung Pada Sltp I Bangil –

Meningkatkan Jumlah Murid Sltp Majapahit I Jetis Kab. Mojokerto –

Strategi Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo Th 2002- 2005 –

Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Produktivitas Kerja Karyawan Administra

Upaya Peningkatan Ipk Mahasiswa Stt Berita Kitab Wahyu Internasional Dalam Rangka Memenuhi Kebutuhan Tenaga Rohaniawan –

Strategi Peningkatan Kuantitas Lulusan Mahasiswa Stt Berita Kitab Wahyu Internasional –

Strategi Bersaing Primagama Di Tengah Industri Jasa Bimbingan Belajar (Sk : Primagama Surabaya) –

Pengelolaan Unit Produksi Di Smkn Prop. Diy –

Rekonstruksi Konsep Dasar Ilmu Upaya Mengintegrasikan Ilmu Dalam Pendidikan Islam (Suatu Telaah Epistimologi) –

Epistimologi Hukum Islam Muhammad Abduh –

Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Gadai Pada Masyarakat Banjar Di Kotamadya Banjarmasin –

Evaluasi Pendidikan Wirausaha Di Smk Ti Kodya Semarang –

Upaya Meningkatkan Keefektifan Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Kreativitas Guru Dalam Merancang Tugas-Tuggs Komunikatif Di Smu 2 Wonosari –

Evaluasi Perencanaan Pengajaran Pendidikan Moral Pancasila Di Smu –

Persepsi Mahasiswa Terhadap Kompetensi Mengajar Dosen Poltek Usu Medan –

Variasi Pengeluaran Rumah Tangga Untuk Pendidikan Anak Di Distrik Fak-Fak Prop Irian Jaya –

Kontribusi Pembinaan Mental Terhadap Kesadaran Moral Narapidana Di LpWirogunan Yogyakarta –

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kantor Pemda Kab. Dompu Ntb –

Sistem Pengeloaan Program Tata Rias Di Aks “Akk” Yk –

Profesionalisme Guru Dalam Proses Pembelajaran Bidang Studi Ips Di Sdn Inti Bantul Timur, Trirenggo Kab. Bantul –

Studi Penelusuran Lulusan Smk I Sedayu Bantul –

Efektivitas Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Di Sman I Depok, Sman I Gamping Dan Sman I Cangkringan Kab. Sleman Pasca Otonomi Daerah –

Pengorganisasian Tugas Di Smpn I Yk –

Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Jawa Melalui Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Dengan Pendekatan Intelektual –

Impelementasi Pengawasan Sekolah Dalam Rankga School Based Management Di Era Otonomi Daerah Di Kota Surabaya –

Pengelolaan Siswa Nakal Di Smpn 4 Tempel Kab. Sleman –

Peran Tuan Guru Dalam Pembangunan Masyarakat Desa –

Analisis Kebutuhan Pendidikan Dan Pelatihan Bagi Pembantu Rumah Tangga (Sk : Di Kel. Baciro Dan Kel. Klitren, Kotamadya Yk) –

Kinerja Dosen Ditinjau Dari Segi Pembinaan Sdm Di Akper Depkes Ternate –

Upaya Meningkatkan Ipk Kelulusan Upn ”Veteran” Yk Dalam Menghadapi Periode Lima Tahun Mendatang –

Strategi Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Ump Tahun 2002-2005 –

Upaya Peningkatan Nem Siswa Smun 7 Yk –

Upaya Optimalisasi Fungsi-Fungsi Baku Guna Meningkatkan Kualitas Lulusan Sd Kaliurang –

Pengelolaan Layanan Madrasah Aliyah Ali Maksum Bantul Dalam Perspektif Total Quality Management (Tqm) (Tinjauan Terhadap Pelanggan Internal) –

Kultur Sekolah Dan Kinerja Siswa Di Man Iii Yogyakarta –

Evaluasi Pelaksanaan Program Kelompok Berlatih Olahraga Di Skb Pelaihari Kalsel

Evaluasi Pelaksanaan Program Paket C Di Kab. Karanganyar Prop. Jateng –

Implementasi Konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Sman 8 Yogyakarta

Peran Kepala Sekolah Dalam Manajemen Pembelajaran Di Sd Syuhada Yogya–

Optimalisasi Peran Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di Sman I Gerung Lombok Barat –

Manajemen Pengangkatan Kepala Sman Di Kab. Bantul –

FAKTOR2 YANG MENYEBABKAN ANAK USIA PEMULA MASUK SEKOLAH MASUK SD

FAKTOR2 YANG MENYEBABKAN ANAK USIA PEMULA MASUK SEKOLAH MASUK SD

Penyebab faktor masuk sekolah dasar pada usia dini

Landasan Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

Kumpulan Contoh Judul Skripsi dan Tesis Pendidikan

Posted in Skripsi | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Pengertian Skripsi

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada November 16, 2010

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. [1]

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).[2]

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Kedua pembimbing tersebut disebut dengan istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Proses penulisan skripsi ditentukan oleh setiap perguruan tinggi, penulisan skripsi pada umumnya tidak jauh berbeda dengan perguruan tinggi yang lainnya.

Proses dari penyusun skripsi adalah sebagai berikut:

  • Pengajuan judul skripsi
  • Pengajuan proposal skripsi
  • Seminar proposal skripsi
  • Penelitian
  • Setelah penulisan dianggap sempurna oleh Pembimbing I dan Pembimbing II, mahasiswa diuji hasil tulisan dari penelitian karya ilmiahnya tersebut.

wikipedia.com

Posted in Skripsi | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »

Tips skripsi

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada November 16, 2010

  1. Doa dulu sebelum sidang, kalau sidangnya lebih dari 1 orang, doa bareng :P membuat hati Anda lebih tenang dan lebih pede. Kalau ada penguji, silakan doa bareng penguji juga. Wakakak yang ini sih saya belum pernah.
  2. Salah satu poin penting dari sidang adalah presentasi! siapkan presentasi Anda sebaik mungkin. Waktu presentasi hanya 15 menit, oleh karena itu harus latihan dulu. Latihan presentasi di ruangan besar dan kalau bisa di hadapan orang2. Cocokkan apa yang dibicarakan dengan slide dan nada berbicara jangan datar dan membosankan. Jangan gugup dan jangan melucu juga.
  3. Jangan terlalu technical. Anggaplah kita sedang menawarkan suatu produk bisnis pada para calon client dan mereka gak tau apa2 tentang apa yang kita tawarkan. Jangan memberi slide terlalu banyak tentang hal2 technical yang cuma kalian yang ngerti. Misalnya kalau tentang database, sampai memberikan slide berisi daftar class hingga 4 class, dibacakan pula, itu membosankan sekali. Buatlah presentasi Anda menekankan pada poin2 berikut. Apa saja masalah yang ada selama ini, solusi apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, mengapa penelitian Anda di skripsi ini merupakan solusi yang sangat baik dan satu2nya cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Jelaskan bahwa mengapa program Anda benar2 dibutuhkan. Kalau pada presentasi Anda sudah terlalu teknis dan isinya rumus2 angka2 semua, dan dosen penguji sudah bosan, nilai presentasi Anda sudah berkurang. Sadarlah bahwa Anda membuat skripsi tersebut selama 1 semester, oleh karena itu Anda mengerti semua hal2 teknis yang Anda buat. Tapi dosen penguji bisa jadi hanya membaca skripsi Anda beberapa jam sebelumnya. Bukan berarti sama sekali tidak ada bagian teknis yang dijelaskan lho. Maksudnya jelaskannya jangan terlalu rumit. Buatlah sebisa mungkin jadi mudah dimengerti.
  4. Kesimpulan yang ditulis pada presentasi dan pada buku, jangan ngambang! Saya sering sekali melihat orang nulis kesimpulan, dengan adanya metode ini, proses blablabla akan lebih baik, akan lebih cepat, dll. Itu sih semua orang juga tahu. Kalau tidak jadi lebih baik, untuk apa ada metode ini. Jelaskanlah mengapa penelitian Anda membuat jadi lebih baik. Katakanlah dari hasil penelitian 400 kali percobaan, kami mendapat hasil keakuratan 85 persen dengan total keberhasilan 340 kali blablabla. Berikanlah angka2 eksak dari hasil penelitian Anda. Itulah kesimpulan yang tepat. Berdasar dari hasil penelitian Anda.
  5. Kalau ada revisi pada halaman2 tertentu, berikanlah sebelum presentasi. Dengan demikian dosen akan melihat terlebih dahulu dan mempelajarinya sebelum mulai sesi tanya jawab.
  6. Sewaktu tanya jawab, jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang Anda tulis di buku skripsi Anda. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu. Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban (maksudnya, jangan diam). Jangan bilang gak tahu juga. Jelaskan saja apa yang Anda tahu dan mengapa Anda menulis demikian. Kalau Anda terbukti salah, jangan langsung bilang, “ya saya salah”. Cobalah jelaskan sebisanya mengapa Anda berkesimpulan seperti itu. Tapi jangan ngotot benar juga kalau memang salah. Katakan saja hal ini akan direvisi nanti. Terima kasih atas masukannya (setelah sidang, apabila lulus, tetap akan ada revisi buku skripsi).
  7. Ketika tanya jawab, jawaban Anda juga gak boleh ngambang. Semuanya harus berdasar. Semua yang Anda tulis di buku skripsi harus berdasar semua. Kalau Anda menulis suatu statement, berikanlah referensi bahwa statement tersebut diambil dari buku ini halaman segini. Kalau berdasar pada pendapat pribadi Anda, tuliskanlah hasil penelitian Anda, mengapa Anda bisa berpendapat demikian. Sehingga kalau ditanya dosen, Anda bisa jawab, statement Anda diambil dari buku ini halaman segini. Atau Anda bisa bilang, “Bapak bisa buka buku skripsi saya halaman 345, di situ ada penelitian saya yang hasilnya demikian demikian blablabla”. Penguji paling senang kalau semua jawaban Anda berdasar.
  8. Jangan menjelaskan terlalu pendek ketika tanya jawab. Jelaskanlah apa yang ditanyakan sebisa Anda.
  9. Kalau bisa demo, demokanlah hasil penelitian Anda pada dosen untuk lebih memberikan gambaran pada dosen penguji, apa yang Anda buat. Sadarlah lagi bahwa Anda membuat skripsi ini selama 1 semester, sedangkan dosen hanya melihat skripsi Anda beberapa jam saja, jadi bisa saja mereka menangkap hal yang berbeda jika Anda hanya memberi penjelasan.
  10. Sopanlah sejak mulai presentasi hingga tanya jawab. Gunakan bahasa2 yang formal. Ucapkan salam pada awal presentasi dengan menyebutkan nama2 dosen penguji kalau bisa.
  11. Kalau sidangnya bertiga, jangan menjatuhkan jawaban dari teman Anda. Kalau memang dia salah, jangan potong di tengah penjelasannya. Koreksilah jawaban teman Anda apabila Anda diberi kesempatan untuk menambahkan atau menjawab pertanyaan yang sama. Anda bisa bilang bahwa Anda mau menambahkan sedikit dari penjelasan teman Anda. Hal ini semata2 untuk menghindari Anda dicegat dan dianiaya oleh teman Anda ketika pulang nanti. Wkwkwk..
  12. Salah satu poin penting dari skripsi Anda ialah apa kontribusi dari penelitian Anda dari yang selama ini sudah ada. Apakah Anda meningkatkan dunia ilmu pengetahuan, mengembangkan metode tertentu atau menjadi solusi masalah yang ada
  13. Jangan malu2 mengatakan kalau skripsi Anda masih belum sempurna. Di bagian saran, beritahukanlah kekurangan dari skripsi Anda dan apa yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya.
  14. Jangan lupa ke wc dulu sebelum sidang. Bisa berabe kalau pengen ke wc sewaktu sidang.
  15. Berpenampilan rapi dan tunjukkan bahwa Anda sudah siap menjalani sidang. Jangan ada yang ketinggalan ini itu dan lupa ini itu.

Posted in Skripsi | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Pengertian Antiglobalisasi

Posted by Pratama Rus Ramdhani pada November 16, 2010

Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Antiglobalisasi” dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.

Namun, orang-orang yang dicap “antiglobalisasi” sering menolak istilah itu, dan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah istilah lainnya.

Ideologi dan tema perjuangan dalam gerakan ini

Mayday05.JPG

Gerakan antiglobalisasi berkembang pada akhir abad ke-20 untuk melawan globalisasi aktivitas ekonomi korporasi dan perdagangan bebas dengan negara-negara berkembang yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas tersebut.

Para anggota gerakan anti-globalisasi ini biasanya mendukung alternatif-alternatif sosialis atau sosial demokrat terhadap ekonomi kapitalis, dan berusaha melindungi penduduk dunia dan lingkungan hidup dari apa yang mereka yakini sebagai dampak globalisasi yang merusak. Dukungan untuk LSM hak asasi manusia adalah batu penjuru yang lain dari agenda gerakan anti-globalisasi. Mereka mendukung hak-hak buruh, gerakan untuk pelestarian lingkungan hidup, feminisme, kebebasan untuk migrasi, pelestarian budaya masyarakat adat, keanekaragaman hayati, keanekaragaman budaya, keamanan makanan, dan mengakhiri atau memperbarui kapitalisme. Banyak dari para penentang antiglobalisasi ini adalah veteran dalam kampanye-kampanye dengan tema tunggal, termasuk aktivis anti penebangan liar, upah yang layak, mengorganisasi serikat buruh, dan kampanye anti-pabrik garmen biaya rendah. Meskipun kebanyakan anggota gerakan menganggap kebanyakan atau semua tujuan yang disebut di atas saling melengkapi yang lainnya, sejumlah masalah (dan kadang-kadang masalah yang kontradiktif) telah membangkitkan kritik bahwa gerakan ini tidak memiliki tema perjuangan yang konsisten, utuh, atau realistik.

Meskipun para pendukung gerakan ini sering bekerja bersama-sama, gerakan itu sendiri heterogen. Ia mencakup pemahaman yang berbeda-beda dan kadang-kadang malah saling berlawanan tentang proses globalisas, dan memadukan visi-visi, strategi, dan taktik alternatif. Banyak dari kelompok dan organisasi ini yang dianggap sebagaib agian dari gerakan ini tidak dibentuk sebagai antiglobalis, tetapi mempunyai akar dalam berbagai gerakan-gerakan sosial dan politk yang telah ada sebelumnya (kecuali mungkin ATTAC). Pendahulu gerakan antiglobalisasi ini adalah gerakan 1968 di Eropa dan protes melawan Perang Vietnam di Amerika Serikat. Gerakan antiglobalisasi seperti yang dikenal sekarang berasal dari bertemunya berbagai pengalaman politik ini ketika para anggotanya mulai melakukan unjuk rasa bersama pada pertemuan-pertemuan internasional seperti pertemuan WTO 1999 di Seattle atau Pertemuan Puncak Genoa G/8

Oposisi terhadap lembaga keuangan internasional dan perusahaan transnasional

001A09.JPG

Pada umumnya, para pengunjuk rasa percaya bahwa lembaga-lembaga keuangan internasional dan perjanjian-perjanjian internasional merusakkan metode-metode pengambilan keputusan lokal. Banyak pemerintah dan lembaga-lembaga perdagangan bebas yang dilihat bertindak untuk kebaikan perusahaan-perusahaan transnasional (atau multinasional) (misalnya Microsoft dan Monsanto). Perusahaan-perusahaan ini dianggap mempunyai hak-hak istimewa yang tidak dimiliki oleh kebanyakan manusia: bergerak bebas melintasi perbatasan, menggali sumber-sumber alam yang diingini, dan memanfaatkan keanekaragaman sumber-sumber manusia. Mereka dianggap mampu bergerak terus setelah melakukan kerusakan yang permanen terhadap modal alam dan keanekaragaman hayati suatu negara, dalam cara yang tidak mungkin dilakukan oleh warganegara di tempat itu. Para aktivis juga mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan itu memaksakan suatu “monokultur global”. Karenanya, tujuan bersama dari sebagian gerakan itu adalah mengakhiri status hukum perusahaan-perusahaan itu sebagai subyek hukum dan pembubaran atau pembaruan dramatis atas Bank Dunia, IMF, dan WTO.

Para aktivis secara khusus menggugat apa yang mereka lihat sebagai “penyalahgunaan globalisasi” dan institusi-institusi internasional yang dirasa mempromosikan neoliberalisme tanpa rasa hormat terhadap standart adat. Target umum meliputi Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta perjanjian “pasar bebas” seperti NAFTA, FTAA, Multilateral Agreement on Investment (MAI) dan GATS. Mengingat kesenjangan ekonomi antara negara-negara kaya dan miskin, penganut gerakan ini mengklaim bahwa “pasar bebas” sesungguhnya akan menyebabkan bertambahnya kekuasaan negara-negara industri (sering diistilahkan sebagai “Utara” sebagai tandingan “Selatan” yang terdiri atas negara-negara berkembang).

Para aktivis juga sering menentang aliansi bisnis seperti Forum Ekonomi Dunia (WEF), Trans Atlantic Business Dialogue (TABD) dan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), maupun pemerintah-pemerintah yang mempromosikan persetujuan-persetujuan atau institusi-institusi seperti itu. Yang lainnya berpendapat bahwa, jika perbatasan dibuka bagi modal, perbatasan pun harus dibuka dengan cara yang sama untuk memungkinkan para migran dan pengungsi secara bebas serta berpindah-pindah dan memilih tempat tinggalnya. Para aktivis seperti ini cenderung menjadikan sasaran organisasi-orgasisasi seperti International Organization for Migration dan Schengen Information System.

Terkadang ada juga argumentasi bahwa AS mempunyai keuntungan khusus dalam ekonomi global karena hegemoni dolar. Klaim ini menyatakan bahwa dominasi dolar bukanlah semata-mata konsekuensi dari keunggulan ekonomi AS. Sejarahwan globalisasi mengakui bahwa dominasi dolar juga didapat melalui kesepakatan politis seperti Bretton Woods System dan pedagangan minyak OPEC hanya dalam dolar, setelah AS meninggalkan standar emas dan menggantikannya dengan dollar.

Antiglobalisasi sebagai Antineoliberalisme

Banyak pihak melihat gerakan ini sebagai tanggapan kritis terhadap pengembangan neoliberalisme, yang secara luas dianggap telah dimulai oleh kebijakan Margaret Thatcher dan Ronald Reagan menuju kapitalisme laissez faire pada tingkat global dengan mengembangkan privatisasi ekonomi negara-negara dan melemahkan peraturan perdagangan dan bisnis. Para penganjur neoliberal berpendapat bahwa peningkatan perdagangan bebas dan pengurangan sektor publik akan membawa manfaat bagi negara-negara miskin dan kepada orang-orang yang miskin di negara-negara kaya. Kebanyakan pendukung antiglobalisasi sangat tidak sependapat, dan menambahkan bahwa kebijakan neoliberal dapat menyebabkan hilangnya kedaulatan lembaga-lembaga demokratis.

Pengembangan “antiperang”

Pada 2003, banyak bagian dari gerakan ini yang menunjukkan perlawanan luas terhadap perang Irak 2003. Banyak dari mereka bergabung dengan sekitar 10 juta atau lebih pengunjuk rasa dalam protes global anti perang Irak pada akhir pekan tanggal 15 Februari. Sebuah editorial New York Times menyebutnya sebagai “adikuasa kedua dunia”. Pertemuan pencinta damai lainnya telah diorganisir gerakan antiglobalisasi dalam cara yang sama. Misalnya demonstrasi besar anti perang Irak yang terjadi di Forum Sosial Eropa pada November 2002 di Florence, Italia.

Kaum militan anti-globalisasi kuatir akan berfungsinya lemaga-lembaga demokratis sebagaimana mestinya, ketika para pemimpin dari banyak negara-negara demokratis (Spanyol, Italia, Polandia) bertindak melawan keinginan mayoritas rakyat mereka dengan mendukung peperangan. Noam Chomsky memaparkan bahwa para pemimpin ini “menghina demokrasi”. Para pengkritik argumentasi seperti ini cenderung menunjuk bahwa ini adalah kritik yang lazim dalam demokrasi perwakilan — suatu pemerintahan yang terpilih tidak akan selalu bertindak searah dengan pendukung publik terbesar — dan karena itu, posisi para pemimpin itu tidak berarti tidak konsisten, karena memang negara-negara ini menganut sistem demokrasi parlementer.

Dalam pandangan banyak orang di dalam gerakan ini, isu-isu ekonomi erat terkait dengan isu-isu militer.

Ketepatan istilah

Banyak pihak mempertimbangkan istilah “antiglobalisasi” tidak tepat, dan istilah itu telah digunakan untuk kritik yang tidak akurat bagi gerakan ini. Misalnya, mereka mengatakan istilah ini menyiratkan suatu perspektif negatif bahwa gerakan ini hanya membela proteksionisme atau bahkan nasionalisme. Kenyataannya, demikian kata mereka, gerakan ini sesungguhnya secara sadar bersifat internasionalis, mengorganisir serentak dan memihak orang-orang tertindas di seluruh dunia. Satu unsur yang ikut membentuk gerakan ini adalah Jaringan Tanpa Perbatasan, yang berjuang untuk migrasi yang tidak terbatas dan penghapusan semua perbatasan nasional.

Sementara istilah “antiglobalisasi” muncul dari perlawanan gerakan ini terhadap perjanjian-perjanjian pasar bebas (yang sering dianggap sebagai bagian dari apa yang disebut “globalisasi”), banyak peserta yang berpendapat bahwa mereka menentang hanya aspek-aspek tertentu saja dari globalisasi dan sebaliknya menyebut diri mereka sebagai “anti-kapitalis”, “antiplutokrasi”, atau “antikorporasi”.

Dua pendekatan utama untuk mendapatkan sebuah istilah umum bagi gerakan ini dapat dibedakan menjadi: gerakan yang dapat digambarkan sebagai antiglobalis atau regionalis, atau gerakan yang memeluk beberapa aspek globalisasi (seperti pertukaran informasi antar budaya atau pengurangan peran negara kebangsaan) sementara menolak yang lainnya (misalnya ekonomi neoliberal).

Sementara pendukung kedua pendekatan itu sering beerja sama dan menjadi sebuah reaksi terhadap fenomena yang sama, perbedaan mereka bisa jadi lebih besar dari landasan bersama mereka. Pendekatan gerakan yang pertama dapat digambarkan sebagai antiglobalis total (pada umumnya termasuk apa yang dianggap sebagai “Amerikanisasi” kebudayaan), sementara pendekatan yang kedua lebih tepat disebut “kritikus globalisasi”. Namun pada prakteknya, tidak ada batasan yang jelas antara kedua pendekatan ini, dan istilah “anti globalisasi” sering digunakan tanpa peduli terhadap perbedaan-perbedaan dari keduanya.

Keprihatinan lain dari sejumlah aktivis tentang istilah “antiglobalisasi” adalah bahwa istilah itu tidak membedakan posisi mereka dari perlawanan yang bersifat nasionalis semata-mata terhadap globalisasi. Banyak gerakan nasionalis seperti Front Nasional Perancis yang juga menentang globalisasi, tapi berpendapat bahwa alternatif bagi globalisasi adalah perlindungan terhadap negara kebangsaan, kadang-kadang dengan pengertian-pengertian yang jelas-jelas rasis atau fasis. Beberapa kelompok fasis yang dipengaruhi oleh Posisi Ketiga telah berusaha menyesuaikan pesan mereka agar memikat gerakan antiglobalisasi. Namun gerakan ekstrem kanan ini ditolak mentah-mentah oleh gerakan antiglobalisasi, ditandai dengan Peoples Global Action yang dengan tegas menolak rasisme, dan banyak di dalam gerakan yang juga aktif dalam kelompok anti-fasis seperti ANTIFA.

Pengaruh gerakan antiglobalisasi

Beberapa tulisan kritis yang berpengaruh telah mengilhami gerakan antiglobalisasi. No Logo, buku karangan wartawan Kanada, Naomi Klein, yang mengkritik praktek produksi perusahaan-perusahaan multinasional dan kehadiran pemasarannya yang didorong oleh merek dimana-mana dalam budaya populer, telah menjadi sebuah “manifesto” dari gerakan ini, menyajikan dalam cara yang sederhana tema-tema yang dengan lebih akurat telah dikembangkan dalam tulisan-tulisan yang lain. Di India, beberapa acuan intelektual dari gerakan ini dapat ditemukan pada tulisan-tulisan Vandhana Shiva, seorang ahli lingkungan hidup dan feminis, yang dalam bukunya Biopiracy mendokumentasikan bagaimana kapital alam masyarakat pribumi dan ecoregion telah diubah ke dalam bentuk-bentuk kapital intelektual, yang kemudian diakui sebagai properti komersial tanpa membagikan manfaat pribadi yang telah diperolehnya dengan asalnya. Penulis Arundhati Roy terkenal dengan aktivitas dan posisi anti-nuklirnya menentang proyek bendungan pembangkit tenaga listrik raksasa di India yang disponsori oleh Bank Dunia. Di Perancis majalah bulanan terkenal Le Monde Diplomatique mendukung perjuangan anti-globalisasi dan sebuah editorial yang dituliso oleh salah seorang direkturnya, Ignacio Ramonet menghasilkan dasar bagi pembentukan ATTAC. Tulisan-tulisan dari Jean Ziegler dan Immanuel Wallerstein memberikan rincian mengenai keterbelakangan dan ketergantungan dunia yang dikuasai oleh sistem kapitalis. Tradisi pasifis dan anti-imperialis sudah betul-betul mempengaruhi gerakan ini. Para pengecam kebijakan luar negeri AS seperti Noam Chomsky, dan almarhumah Susan Sontag, serta perusak komputer anti-globalis The Yes Men telah secara luas diterima di dalam gerakan.

Walaupun mereka mungkin tidak menyebut diri mereka sebagai antiglobalis dan kenyataannya adalah pro-kapitalisme, beberapa ekonom yang tidak sepakat dengan pendekatan neoliberal terhadap lembaga-lembaga ekonomi internasional sudah sangat mempengaruhi gerakan ini. Development as Freedom karangan Amartya Sen (pemenang penghargaan Nobel dalam Ilmu Ekonomi) berpendapat bahwa pembangunan negara dunia ketiga harus dipahami sebagai perluasan kemampuan manusia, bukan semata-mata sebagai peningkatan pendapatan perkapita nasional, dan oleh sebab itu memerlukan kebijakan-kebijakan yang juga mempertimbangkan kesehatan dan pendidikan, tidak hanya PDB. Usul penerima Penghargaan Nobel dalam Ilmu Ekonomi, James Tobin, untuk mengenakan pajak terhadap transaksi finansial (kemudian dikenal dengan Pajak Tobin) telah menjadi bagian dari agenda gerakan.

George Soros, Joseph E. Stiglitz (peraih Nobel lainnya, pernah menjabat di Bank Dunia, penulis Globalization and Its Discontents) dan David Korten telah membuat argumen untuk meningkatkan transparansi secara drastis, untuk penghapusan utang, reformasi agraria, dan restrukturisasi sistem pertanggung jawaban perusahaan. Sumbangan Korten dan Stiglitz terhadap gerakan ini termasuk ikut serta dalam aksi langsung dan protes jalanan.

Beberapa negara Katolik Roma seperti Italia dirasakan pula pengaruh peranan agama, terutama dari para misionaris yang lama tinggal di Dunia Ketiga (yang paling terkenal adalah Alex Zanotelli). Pertemuan antara tradisi ini dan tradisi pasca-komunis sering dirasa aneh, tetapi tidak sepenuhnya berselisih.

Sumber Internet dan situs web yang memberikan informasi bebas, seperti Indymedia, adalah sarana penyebaran gagasan bagi gerakan ini. Kumpulan materi-materi yang luas tentang gerakan spiritual, anarkisme, sosialisme libertarian, dan Gerakan Hijau yang sekarang tersedia di Internet mungkin lebih berpengaruh daripada buku cetakan. Tulisan-tulisan Arundhati Roy, Starhawk, dan John Zerzan, khususnya, yang mulanya tidak dikenal, telah mengilhami kritik yang membela feminisme, proses konsensus dan pemisahan diri politik.

Organisasi

Walaupun tahun-tahun sebelumnya penekanan lebih telah diberikan untuk alternatif kontruksi akar rumput bagi globalisasi (kapitalis), gerakan ini semakin besar dan terbuka dalam mengorganisir massa pendukung dengan kampanye luas untuk aksi-aksi langsung dan pembangkangan sipil. Model pengorganisiran seperti ini, kadang-kadang dibawah jaringan Peoples’ Global Action, berusaha menyatukan berbagai kasus berbeda untuk bergabung bersama dalam satu perjuangan global.

Dalam beberapa hal, proses pengorganisiran dapat menjadi lebih penting bagi para aktivis, dibandingkan dengan gol atau pencapaian bagi komponen-komponen dalam gerakan.

Pada pertemuan-pertemuan korporasi, tujuan yang dinyatakan oleh kebanyakan demonstran adalah untuk menghentikan cara-cara bekerja korporasi. Walaupun demonstrasi jarang sekali berhasil lebih dari menunda atau mengganggu pertemuan-pertemuan itu, hal ini memotivasi mobilisasi dan memberikan mereka sebuah pandangan tujuan jangka pendek. Walau tidak didukung oleh banyak pihak di gerakan, bentrokan tetap terjadi di Genoa, Seattle, dan London dan kerusakan yang besar dapat terjadi di wilayah tersebut, terutama target “kapitalis” seperti restoran McDonalds.

Karena tidak adanya badan resmi yang mengkoordinir, justru gerakan ini berhasil melaksanakan protes-protes besar dalam sebuah basis global, menggunakan teknologi informasi untuk menyebarkan informasi dan mengatur gerakan. Pengunjuk rasa mengatur diri mereka sendiri dalam “kelompok kecil” (affinity groups), dengan ciri khas sebagai kelompok-kelompok tanpa hirarki dengan orang-orang dekat dan berbagi suatu tujuan politis umum. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian akan mengirimkan wakilnya ke pertemuan perencanaan. Bagaimanapun juga, karena kelompok-kelompok kecil ini masik dapat disusupi aparat intelijen, rencana yang penting dari aksi protes sering tidak dibuat sampai menit terakhir. Salah satu taktik yang umum digunakan dalam aksi protes adalah memecah dengan kesadaran untuk melawan hukum. Ini dirancang, dengan berbagai keberhasilan, untuk melindungi risiko secara fisik dan ancaman hukum akibat konfrontasi dengan aparat.

Sebagai contoh, di Praha sepanjang protes anti IMF dan World Bank pada September 2000, pengunjuk rasa memecah menjadi tiga kelompok yang terpisah, mendekata pusat konferensi dari tiga penjuru: satu dengan berbagai bentuk pembangkangan sipil (pawai gerakan Kuning), satu (pawai gerakan Pink/Silver) dengan “tactical frivolity” (kostum, tarian, teater, musik, dan seni) dan satu lagi (gerakan Biru) tergabung dalam konflik kekerasan dengan polisi yang dipersenjatai, dimana pengunjuk rasa melemparkan batu-batu kerikil yang didapat dari jalanan. [1]

Demonstrasi-demonstrasi ini tumbuh menjadi sebuah masyarakat kecil. Banyak pengunjuk rasa mengambil pelatihan pertolongan pertama dan bertindak sebagai medis bagi pengunjuk rasa lainnya yang terluka. Beberapa organisasi seperti National Lawyer’s Guild dan ACLU menyediakan bantuan hukum bila terjadi konfrontasi dengan aparat. Pengunjuk rasa mengaku bahwa media-media massa besar tidak sungguh-sungguh melakukan liputan, oleh karena itu, sebagian dari mereka kemudian mendirikan Independent Media Center, sebuah kolektif pengunjuk rasa yang dapat meliput berita saat aksi sedang berlangsung.

Demonstrasi dan Pertemuan

J18

Salah satu protes Antiglobalisasi berskala internasional pertama yang diorganisir di belasan kota di seluruh dunia pada 18 Juni 1999, terutama London, Inggris dan Eugene, Oregon. Protes di Eugene, Oregon berubah menjadi kekacauan ketika kelompok anarkis lokal menggiring polisi keluar dari sebuah taman kecil. Seorang anarkis, Robert Thaxton ditangkap dan dihukum karena melemparkan batu ke arah polisi.

Seattle/N30

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pertemuan WTO 1999

Mobilisasi besar yang kedua dari gerakan ini, dikenal sebagai N30, terjadi pada 30 November 1999, ketika para pengunjuk rasa menutup pintu masuk delegasi menuju pertemuan WTO di Seattle, Amerika Serikat. Pengunjuk rasa memaksakan pembatalan upacara pembukaan dan terus bertahan sepanjang pertemuan sampai 3 Desember. Sebuah aksi besar diijinkan, dilakukan oleh anggota AFL-CIO, dan aksi besar lainnya yang tanpa ijin terbagi dalam berbagai kelompok. Para pengunjuk rasa dan polisi anti huru-hara Seattle bentrok di jalan-jalan setelah polisi menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa yang menutup jalan. Lebih dari 600 pengunjuk rasa telah ditangkap dan puluhan terluka.

Tiga orang polisi terluka oleh tembakan sesama polisi, dan satu orang terkena lemparan batu. Kaum anarkhis Black Bloc menghancurkan jendela toko dari bisnis yang dimiliki atau yang merupakan waralaba dari perusahaan-perusahaan sasaran seperti sebuah toko besar Nike dan beberapa jendela Starbucks. Walikota kemudian menempatkan kota besar itu dalam apa yang setara dengan undang-undang darurat dan mengumumkan jam malam. Sejak 2002, kota Seattle telah membayar lebih dari $200.000 dalam penyelesaian tuntutan perkara terhadap Departemen Polisi Seattle untuk penyerangan dan penangkapan yang tidak sah, dengan suatu tuntutan class action yang masih menunggu keputusan.

Reaksi penegak hukum

Meskipun polisi setempat terpana oleh besarnya N30, para penegak hukum telah bereaksi di seluruh dunia untuk mencegah gangguan terhadap peristiwa-peristiwa di masa depan dengan berbagai taktik, termasuk dengan mengerahkan jumlah yang sangat besar, perembesan ke dalam kelompok-kelompok untuk mengetahui rencana-rencana mereka, dan persiapan-persiapan untuk menggunakan kekerasan untuk menyingkirkan para demonstran.

Di sejumlah tempat demonstrasi, polisi telah menggunakan gas air mata, semprotan cabe, granat yang menyebabkan gegar otak, peluru karet dan kayu, tongkat malam, meriam air, anjing, kuda, dan sesekali peluru hidup untuk mengusir para pengunjuk rasa. Setelah protes November 2000 G-8 di Montreal, di mana sejumlah demonstran dipukuli, diinjak-injak, dan ditangkap dalam apa yang dimaksudkan sebagai pesta unjuk rasa, diperkenalkanlah taktik memilah-milah para pemrotes menjadi zona-zona “hijau” (diizinkan), “kuning” (resminya tidak diizikan tetapi dengan sedikit konfrontasi dan risiko kecil ditangkap), dan “merah” (melibatkan konfrontasi langsung).

Di Quebec City, para pejabat pemerintah kota membangun dinding setinggi 3 m lebih di sekitar bagian kota tempat berlangsungnya Pertemuan Puncak Negara-negara Amerika. Hanya penghuni, delegasi ke pertemuan itu, dan beberapa wartawan yang terakreditasi yang boleh melewatinya. Meskipun polisi mengklaim bahwa unsur-unsur kekerasan di antara para demonstran harus dihadapi dengan tegas, mereka konon menembakkan gas air mata dan peluru karet dengan sembarangan, membubarkan kelompok-kelompok damai dan bahkan tim-tim medis yang membantu mereka yang terluka. Diklaim pula bahwa mereka melemparkan gas air mata ke daerah-daerah yang tidak terlibat dalam protes itu, menembakkan dari puncak gunung tempat berlangsungnya konfrontasi ke kota di bawahnya.

Genoa

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Protes KTT G8 Genoa

Protes KTT G8 di Genoa pada 18 Juli hingga 22 Juli 2001 adalah salah satu protes yang paling berdarah dalam sejarah terbaru Eropa Barat, terbukti dengan terbunuhnya seorang pemuda penduduk Genoa bernama Carlo Giuliani saat demonstrasi dan dirawatnya beberapa pengunjuk rasa di rumah sakit. Setelah itu polisi dituduh brutal, menyiksa, dan menindak terlalu jauh terhadap aksi damai. Beberapa ratus demonstran dan polisi terluka dan ratusan lainnya ditangkap selama hari-hari pertemuan G8; kebanyakan dari mereka yang ditangkap kemudian didakwa dengan pasal “asosiasi kriminal” di bawah undang-undang Anti-Mafia Italia dan Anti-Teroris . Sebagai bagian dari lanjutan penyelidikan, polisi kemudian menggerebek pusat sosial, pusat media, gedung-gedung serikat buruh, dan kantor hukum terus berlanjut di seluruh Italia sejak pertemuan puncak G8 di Genoa. Banyak petugas polisi atau pejabat terkait yang hadir di Genoa sepanjang pertemuan puncak G8, yang kini disediliki oleh hakim Italia, dan beberapa di antara mereka mengundurkan diri. Sejak itu, beberapa orang telah mengakui bahwa mereka menempatkan sejumlah bom Molotov untuk mengesahkan penggerebekan Sekolah Diaz, serta melaporkan berita bohong tentang penikaman atas seorang polisi untuk menyudutkan para aktivis [2].

Gleneagles

Aksi anti G8

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: KTT G8 ke-31

Di seluruh Skotlandia, berbagai macam organisasi seperti jaringan akar rumput Dissent dan koalisi konservatif besar “make poverty history” melakukan protes menentang pertemuan G8 yang ke 31, yang berlangsung di Gleneagles pada 2 Juli hingga 8 Juli 2005.

Protes dimulai akhir pekan sebelumnya dengan demonstrasi Make Poverty History di Edinburgh dengan sekitar 200.000 orang yang memakai t-shirts putih. Keesokan harinya, juga terjadi demonstrasi di Glasgow dengan tema Make Borders History yang menyoroti racist asylum dan politik imigrasi negara-negara G8 dan negara lain yang menutup perbatasan mereka bagi orang-orang yang ingin melepaskan diri dari kemiskinan dan penyiksaan politis, dan ini menjadi awal dari tiga konferensi tandingan di Edinburgh.

Hari-hari berikutnya para pengunjuk rasa menduduki gerbang Faslane, kompleks kapal selam nuklir, karnaval di Edinburg, demonstrasi di Penjara Dungavel, dan ribuan pengunjuk rasa berusaha mendekati lokasi pertemuan di Gleneagles Hotel. [3]

Bob Geldof mengadakan konser Live 8, mengingatkan para pemimpin negara G8 dengan mengangkat tema Make Poverty History.

Hong Kong

Aksi anti WTO di Hong Kong

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Konferensi Tingkat Menteri WTO 2005

Konferensi Tingkat Menteri ke-6 WTO berlangsung pada 13-18 Desember 2005 di Hong Kong. Negosisai berlanjut pada titik-titik isu kontroversial seputar pertanian, jasa, dan akses pasar bagi industri barang dan sumber daya alam.

Ribuan pengunjuk rasa yang diorganisir oleh Hong Kong People’s Alliance on WTO berpusat di Victoria Park. Aksi protes pada konferensi kali ini ternyata adalah rentetan protes yang paling dapat mendekati lokasi pertemuan sepanjang sejarah konferensi WTO. Polisi menggunakan cairan merica dan gas air mata untuk mencegah pengunjuk rasa mendobrak membuka jalan menuju lokasi konferensi WTO, Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Setelah rententan bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, pada 18 Desember lebih dari 1.000 pengunjuk rasa, mayoritas dari petani Korea Selatan, ditangkap dan puluhan lainnya terluka. [4]

Petani, buruh migran, dan aktivis dari Indonesia turut serta dalam rentetan aksi ini. 22 orang pengunjuk rasa dari Indonesia juga sempat ditangkap dan ditahan.

Jakarta

Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) bersama dengan La Via Campesina mengadakan “Konferensi Rakyat Asia Pasifik untuk Beras dan Kedaulatan Pangan” (The Asia-Pacific People’s Conference on Rice and Food Sovereignty) yang diselenggarakan di Jakarta, 14 hingga 18 Mei 2006, bersamaan dengan “FAO Regional Conference for Asia and the Pacific” yang juga berlangsung di Jakarta.

Konferensi selama lima hari ini bertujuan terutama untuk menekan FAO agar mengadopsi konsep kedaulatan pangan, menekan pemerintah untuk tidak melakukan impor beras, dan menyebarkan informasi secara luas mengenai dampak buruk liberalisasi perdagangan pertanian melalui GATT dan WTO. Konferensi ini juga akan membahas tuntas mengenai konsep alternatif dari petani, yakni kedaulatan pangan (food sovereignty) yang merupakan konsep yang berpihak kepada petani, dan bukan pada pedagang dan korporasi.

Konferensi rakyat ini dihadiri oleh 10 organisasi petani anggota La Via Campesina dari 9 negara di Asia Pasifik, 12 serikat petani anggota FSPI dari 12 propinsi di Indonesia, dan LSM Internasional. Mereka yang hadir antara lain, organisasi petani dari Filipina (Paragos dan KMP), Thailand (AOP), Korea Selatan (KPL dan KWPA), Jepang (Nouminren), India (KKRS), Srilangka (Monlar), Nepal (ANPA), Banglades (BKF), Amerika Serikat NCFFC), Indonesia (FSPI), Timor Leste (Hasatil) dan Vietnam (VNFU). [5] [6] [7]

Hadir pula Front Mahasiswa Nasional(FMN) yang berwatak demokrasi nasional. Tergabung dalam International Leagues People Struggle(ILPS) yang bersifat Global. FMN sendiri mempunyai garis anti Imperialisme, anti Feodalisme, dan anti Kapitalis Birokrat. FMN lahir pada tahun 2003 yang isinya berupa gabungan beberapa organisasi dari seluruh wilayah dan daerah diIndonesia. Pada Tahun 2006, FMN melaksanakan Kongres II diBandung.

Batam

Berbarengan dengan pertemuan IMF dan Bank Dunia di Singapura, di Batam dilangsungkan “International Peoples Forum vs the IMF & World Bank” [8] [9] yang dihadiri oleh LSM dari berbagai negara pada 15-17 September 2006. Pertemuan ini akan membahas berbagai persoalan global, mulai dari kebijakan Bank Dunia IMF terhadap negara ketiga. Juga membahas berbagai isu sosial yang merebak di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Pada pembukaan pertemuan itu 15 September 2006, diisi dengan pembicara Walden Bello dan Kwik Kian Gie. Walden Bello merupakan pengamat ekonomi internasional yang dikenal dengan sikapnya yang kritis terhadap berbagai kebijakan Bank Dunia, WTO dan IMF terhadap negara ketiga. Seluruh rangkaian rencananya akan berpusat di kompleks Asrama Haji Batam Centre. [10] [11] [12] [13]

Forum-forum sosial internasional

Lihat artikel penting: Forum Sosial Dunia, Forum Sosial Eropa, Forum Sosial Asia

Rencana penting pertemuan antiglobalisasi militan telah terwujud dalam Forum Sosial Dunia (WSF). WSF yang pertama merupakan suatu prakarsa pemerintah Porto Alegre di Brasil. Semboyan Forum Sosial Dunia adalah “Another World Is Possible”. Di sinilah Charter of Principles dari WSF telah diadopsi untuk menjadi kerangka bagi forum-forum.

WSF menjadi suatu pertemuan berkala: pada 2002 dan 2003 diselenggarakan kembali di Porto Alegre dan menjadi suatu titik pertemuan bagi protes di seluruh dunia melawan invasi Amerika ke Irak. Pada 2004 pertemuan berpindah ke Mumbai (dahulu dikenal dengan Bombay, di India), agar menjadikan pertemuan ini semakin mudah diakses oleh populasi dari Asia dan Afrika. Pertemuan terakhir ini dihadiri oleh 75.000 delegasi.

Pada waktu bersamaan, forum-forum regional terselenggara dengan mencontoh WSF, mengadopsi Charter of Principles. Forum Sosial Eropa (ESF) pertama diselenggarakan pada November 2002 di Florence. Semboyannya adalah “Melawan perang, melawan rasisme dan melawan neoliberalisme”. Tercatat keikutsertaan 60.000 delegasi dan diakhiri dengan suatu demonstrasi anti perang yang sangat besar (melibatkan 1.000.000 orang, menurut organisator). Dua pelaksanaan ESF lainnya mengambil tempat di Paris dan London, berturut-turut pada 2003 dan 2004.

Baru-Baru ini telah ada beberapa diskusi di balik gerakan tentang peran forum-forum sosial itu. Beberapa pihak melihatnya sebagai sebuah “universitas rakyat”, suatu kesempatan untuk membuat banyak orang sadar akan permasalahan globalisasi. Yang lainnya lebih suka bila delegasi memusatkan perhatian pada usaha mereka untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi gerakan serta merencanakan kampanye baru.

Pengaruh bagi negara-negara berkembang

Sebagian orang mengklaim bahwa di negara-negara maju umumnya yang memiliki tradisi yang kuat dalam kebebasan berpendapat, pengendalian atas polisi, hak-hak sipil, dan penegakan hukum, terjadi mobilisasi besar-besaran. Di negara-negaraini, salah satu tujuannya adalah membuktikan bahwa para pengunjuk rasa ini lebih dapat mengatur dirinya dibandingkan apabila mereka dikendalikan dengan kekerasan. Pada 15 Maret 2002 di Barcelona, 250.000 orang “mengadakan kerusuhan” selama beberapa hari tanpa menimbulkan cedera kepada siapapun pada kedua belah pihak. Dibandingkan kerusuhan sepak bola yang sering terjadi di Eropa, cedera yang terjadi jauh lebih sedikit. Namun demikian beberapa kerusakan hak milik pribadi dan masyarakat toh terjadi, yang mestinya dapat dihindari dalam sebuah unjuk rasa masyarakat.

Di Argentina, pada krisis ekonomi 2001/2002, jutaan warga biasa turun ke jalan selama beberapa hari, dengan hasil yang sama dengan protes di Barcelona, yang hasilnya sejumlah perubahan dalam pemerintahan federal. Pada 19 dan 20 Desember 2001, kerusuhan di Buenos Aires dan sejumlah kota besar lainnya menyebabkan presiden Fernando de la Rúa yang saat itu berkuasa, mengundurkan diri, meskipun 32 orang demonstran terbunuh. Pada saat yang sama dan juga selama 2002, ribuan rakyat kelas menengah turun ke jalan menentang lembaga-lembaga keuangan dan perusahaan-perusahaan asing sambil memukuli poci dan panci (hal ini menyebabkan timbulnya istilah cacerolazo), untuk memprotes pembekuan rekening-rekening bank mereka dalam apa yang disebut corralito. Pada bulan-bulan berikutnya, rakyat Argentina mengembangkan sejumlah sistem ekonomi alternatif, struktur sosial dan sistem pemerintahan otonom sendiri yang berbasis lingkungan. Slogan yang populer dalam gerakan tersebut adalah ¡Que se vayan todos! (“Semua keluar [dari pemerintahan]!”), menunjukkan frustrasi para demonstran bukan hanya terhadap korupsi dalam pemerintahan, tetapi juga dengan kseluruhan struktur pemerintahan.

Di India, pandangan-pandangan Vandana Shiva, Amartya Sen dan Arundhati Roy sangat populer, dan memperoleh status selebriti penuh. Gagasan-gagasan mereka yang diterima dan diminati, seperti halnya juga dengan gagasan-gagasan Mohandas Gandhi menjadi tantangan besar dan spesifik terhadap fundamentalisme Hindu dan Muslim. Ketiganya juga menghasilkan dampak yang cukup besar di dalam gerakan “antiglobalisasi”.

Mobilisasi

Catatan bahwa dimulainya garis waktu ini hanyalah mencerminkan awal dari mobilisasi utama di Amerika; mobilisasi antikorporasi globalisasi internasional yang terjadi setelah Seattle.

  • 30 November 1999 – Seattle, Konferensi ke-3 Menteri-Menteri WTO
  • 16 April 2000 – Washington, DC, IMF
  • 1 Mei 2000 – Global, May Day protes (Hari Buruh)
  • 29 Juli 2000 – Philadelphia, Konvensi Nasional Partai Republik
  • 11 Agustus 2000 – Los Angeles, Amerika Serikat, Konvensi Nasional Partai Demokrat
  • 11 September 2000 – Melbourne, World Economic Forum

artikel utama: S11

  • 26 September 2000 – Praha, Republik Ceko, World Bank/IMF
  • 20 November 2000 – Montreal, Quebec, pertemuan G20
  • 20 Januari 2001 – Washington, DC, pelantikan Bush
  • 27 Januari 2001 – Davos, Swiss, Forum Ekonomi Dunia
  • 20 April 2001 – Quebec City, Kanada, Pertemuan Puncak negara-negara Amerika (FTAA)
  • 15 Juni 2001 – Gothenburg, Swedia Pertemuan Puncak Uni Eropa
  • 20 Juli 2001 – Genoa, Italia Pertemuan Puncak G8
  • 29 September 2001 – Washington, DC, Protes anti-kapitalis dan anti-perang
  • 1 Februari 2002 – New York City, Amerika Serikat / Porto Alegre, Brazil Forum Ekonomi Dunia / World Social Forum
  • 15 Maret 2002 – Barcelona, Spanyol Pertemuan Puncak UE
  • 20 April 2002 – Washington, DC (War on Terrorism)
  • 4 November sampai 10 November – Florence, Italia, Forum Sosial Eropa yang pertama
  • 26 Juni 2002 – Calgary, Alberta, dan Ottawa, Ontario, Pertemuan Puncak G8 di Kananaskis, Alberta J26 G8 Protests
  • 27 September 2002 – Washington, DC, IMF/World Bank
  • akhir pekan 15 Februari 2003, Maret, April – Global protests against Iraq war melibatkan sekitar 12 juta pengunjuk rasa anti perang
  • 28 Juli 2003 – Montreal, Quebec
  • 14 September 2003 – Cancún, Meksiko – Pertemuan Ke-5 Menteri-Menteri WTO gagal [14]
  • Oktober 2003 – pertemuan regional WEF di Dublin, European Competitiveness Summit, dibatalkan [15]
  • November 2003 – Paris European Social Forum
  • 20 November 2003 – Miami Mobilisasi melawan Free Trade Area of the Americas FTAA
  • 2 Juli sampai 8 Juli 2005 – Edinburgh, Glasgow dan Gleneagles, Scotland protes melawan KTT G8
  • 13 Desember sampai 18 Desember 2005 – Hong Kong Konferensi Tingkat Menteri WTO 2005 [16]
  • 19 Januari sampai 23 Januari 2006 – Bamako, Mali, Polycentric WSF 2006 – Africa [17]
  • 24 Januari sampai 29 Januari 2006 – Caracas, Venezuela, Polycentric WSF 2006 – Amerika dan Americas Social Forum ke-dua [18]
  • Maret 2006 – Karachi, Pakistan, Polycentric WSF 2006 – Asia [19]
  • 18 November – 19 November 2006 – Protes menentang G20 di Melbourne, Australia.
  • 9 Maret 2007 – Bentrokan di Sao Paulo, Brazil dalam sebuah protes menyambut kedatangan Presiden Bush dalam tour 6 hari di Amerika Latin.
  • 10 Maret 2007 – Protes lanjutan di Montevideo, Uruguay dan Buenos Aries, Argentina.
  • 12 Maret 2007 – Aksi Anti-Bush di Bogota, Kolombia.
  • 14 Maret 2007 – Bentrokan di Meksiko City, kunjungan terakhir Bush di Amerika Latin.
  • 29 Mei 2007 – Bentrokan di Hamburg dalam persiapan Pertemuan Puncak G8 ke-33 di Heiligendamm.
  • 2 Juni 2007 – 80,000 aktivis berkumpul di Rostock menentang Pertemuan Puncak G8 ke-33.

Posted in ilmu Ekonomi | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »